ININUSANTARA – Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bungah resmi menetapkan KH. Fathan Anwari, S.Ag sebagai Ketua MUI Bungah masa khidmah 2025–2030. Penetapan dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh Tim Formatur dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu (15/11/2025) di Kantor MUI Kecamatan Bungah. Pada kesempatan yang sama, KH. Alauddin, Lc juga dipilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Bungah.
Kecamatan Bungah, yang berpenduduk lebih dari 89 ribu jiwa berdasarkan data BPS Gresik 2024, dikenal memiliki jaringan pendidikan Islam, pesantren, dan aktivitas keagamaan yang cukup kuat di wilayah utara Gresik. Karena itu, pemilihan ketua MUI menjadi momen penting dalam menjaga stabilitas keagamaan, sosial, dan tradisi masyarakat.
Dalam sambutannya, KH. Fathan Anwari mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan MUI Bungah ke depan tidak lepas dari kolaborasi para tokoh agama dan masyarakat. “Kami mohon doa kepada panjenengan semua, semoga amanah ini bisa kami laksanakan dengan baik. Bungah ini istimewa, dan kami membutuhkan bantuan pemikiran serta tenaga panjenengan semua,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Camat Bungah, Moh. Izzul Muttaqin, S.Ag yang menegaskan bahwa ulama memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat. Ia menyebut para ulama sebagai warasatul ambiya (pewaris para Nabi) yang bertugas menjaga akidah serta nilai budaya masyarakat. Ia berharap MUI Bungah dapat terus memperkuat benteng keagamaan, terutama di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag, memberikan penguatan tentang posisi strategis MUI secara nasional. Ia menjelaskan bahwa sejak berdiri pada 1975, MUI telah menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Islam keindonesiaan yang sejalan dengan NKRI. Prof. Chalik kembali menegaskan tiga peran utama MUI, yaitu shodiqul hukumah (mitra pemerintah), khodimul umat (pelayan umat), dan himayatul ummah (pelindung umat). Ia juga mengingatkan MUI Bungah agar menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar supaya tidak tergerus arus industrialisasi yang berkembang pesat di Gresik Utara.
MUSDA turut dihadiri jajaran Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Gresik, di antaranya Sekretaris Umum Makmun, M.Ag dan Sekretaris H. Ahmad Fachri, S.Ag. Gelaran MUSDA ditutup dengan penegasan pentingnya konsolidasi organisasi dan tertib administrasi untuk memperkuat peran MUI di tingkat kecamatan.
Dengan terpilihnya KH. Fathan Anwari, MUI Bungah memasuki fase kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat stabilitas keagamaan, membangun sinergi dengan masyarakat, serta menjaga identitas keislaman Bungah di tengah perkembangan zaman.
