Komisi A Minta Pemkot Tegakkan Prokes Agar Surabaya Tak Masuk Level 3 PPKM

Komisi A Minta Pemkot Tegakkan Prokes Agar Surabaya Tak Masuk Level 3 PPKM Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna. (Foto: Istimewa)

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna meminta Pemkot Surabaya dan Walikota Eri Cahyadi untuk memperkuat penegakan protokol kesehatan yang lebih ketat. Apalagi setelah Surabaya memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 yang kemungkinan akan naik ke level 3 di akhir Februari nanti.

Menurutnya, jika tidak diperkuat dan banyak yang kendor dari sekarang. Kota Surabaya akan berpotensi naik PPKM Level 3, dia menyebut jika itu terjadi pemulihan ekonomi yang mulai berjalan akan kembali berhenti. Hal itu jelas akan menyengsarakan rakyat yang sudah muali merangkak menstabilkan ekonomi mereka.

“Kan ini masih level 2, kalau nanti levelnya naik lagi pemulihan ekonomi yang sudah berjalan akan terhambat. Kalau perlu, sebelum menanjak lagi, dibatasi sekarang 50% saja,” kata Ayu, Kamis (10/2/2022).

Bunda Ayu sapaan akrabnya menyebut, didalam pusat perbelanjaan atau mall juga harus diperketat. Dia menegaskan penjual makanan didalam mall harus menggunakan sistem take away atau dibungkus. Tak boleh lagi ada dine in. Ia meminta Pemkot tak pandang bulu untuk menegakkan aturan.

“Yang diobrak jangan cuma warung-warung kecil, mal harus tetap dijaga prokesnya,” tegas Bunda Ayu.

Bunda Ayu bercerita dirinya pernah melihat langsung pegawai mal tidak memakai masker atau tidak patuh terhadap prokes. Sehingga, dia menyarankan untuk pemilik stan atau manajemen mal memberikan edukasi.

“Mereka itu menegur bagi pengunjung mall, menegakkan prokesnya. Jadi tidak hanya masuk dengan aplikasi peduli lindungi. Tapi yang pegawai juga harus diberi ketegasan agar menegakkan prokes pula,” katanya.

Bunda Ayu juga meminta masyarakat mematuhi peraturan yang ada terkait PPKM level 2. Agar nantinya tidak peningkatan level yang berdampak pada terhambatnya pemulihan ekonomi di Kota Surabaya.