DPRD Surabaya Minta Pemkot Data Ulang Rusun, Agar Tak Ada ASN Jadi Penghuni

DPRD Surabaya Minta Pemkot Data Ulang Rusun, Agar Tak Ada ASN Jadi Penghuni Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni. (Foto: Dok IN)

Komisi A DPRD Kota Surabaya mendesak jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mendata ulang penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) di Kota Surabaya. Pasalnya, ada beberapa temuan di beberapa rusun dihuni oleh orang yang mampu, ada yang memiliki mobil dan bahkan ada ASN yang masih menghuni salah satu rusun. 

"Kalau ada ASN yang masih menempati rusun, tentu itu tidak tepat karena peruntukannya rusun itu digunakan untuk MBR. Jadi, penghuni rusun itu harus benar-benar MBR, makanya pemerintah hadir di situ memberikan subsidi bagi sewanya, sehingga harga sewanya murah,” tegas anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni, Sabtu (5/2/2022).

Menurut Toni sapaan akrabnya, jika ada ASN yang bertempat tinggal di rusun yang dikhususkan bagi MBR maka ia melanggar peraturan dan melanggar estetikanya, pantas dan tidak pantasnya. Sebab, pemerintah membangun dan memberikan fasilitas itu untuk tempat tinggal MBR.

“ASN ini pasti tidak termasuk ke dalam golongan MBR itu,” kata Arif Fathoni.

Selain ada ASN yang menghuni rusun, Fathoni menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa banyak penghuni rusun yang sudah memiliki mobil. Artinya, ekonomi yang meningkat itu sudah tidak pantas untuk menghuni rusun, mengingat jumlah antrian warga yang ingin menempati rusun milik pemkot ini sudah mencapai 11 ribu.

“Mudah-mudahan dengan adanya temuan dan informasi ini, jajaran dinas terkait bisa mendata ulang dan melakukan pendataan secara keseluruhan terkait dengan penghuni rusun," ucap Fathoni.

Ia menyampaikan, bagi penghuni rusun yang sudah naik kelas secara ekonominya, diharapkan untuk sadar dan keluar dari rusun, karena saat ini antreannya sudah sangat banyak. Mereka bisa beralih dengan mengontrak rumah lain. Sehingga rusun untuk warga MBR ini bisa segera terisi.

“Mbok ya jangan menempati rusun, itu dzolim, karena di sisi yang lain banyak saudara-saudara kita yang sudah antre ingin menempati rusun, yang mana secara ekonomi mereka benar-benar tidak mampu,” ujarnya.