Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Gedung DPR RI Terapkan Pembatasan

Kasus Aktif Covid-19 Meningkat, Gedung DPR RI Terapkan Pembatasan Selain sebagai gedung legislator seluruh Indonesia, kompleks DPR RI di Senayan, Jakarta juga kerap jadi tujuan wisata warga. (FOTO: Istimewa)

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pihaknya menerapkan pembatasan saat rapat kerja dalam merespons angka kasus aktif Covid-19 yang meningkat di lingkungan gedung DPR RI. Dia menyebut anggota DPR tak diperbolehkan didampingi staf ahli saat menghadiri rapat secara fisik.

"Ya, kami sudah putuskan dalam rapim (rapat pimpinan) dan bamus (badan musyawarah) minggu lalu bahwa kita adakan batasan kegiatan di mana setiap kegiatan, baik dalam paripurna maupun rapat-rapat komisi di AKD, tingkat kehadiran total dari seluruh yaitu 30 persen, sementara TA dan staf pribadi tidak diperbolehkan mendampingi anggota," kata Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (07/02/2022).

Dasco menambahkan semua anggota yang hadir di ruangan rapat diwajibkan membawa hasil tes negatif PCR. Selain itu, kata dia, mereka juga akan menjalani tes swab antigen yang disediakan sekretariat jenderal (setjen) DPR RI.

"Yang hadir dalam rapat selain membawa PCR dan juga sebelum rapat menjalani tes antigen di sini," kata Dasco.

Diberitakan sebelumnya, jumlah anggota DPR dan pegawai di lingkungan parlemen yang terpapar terus bertambah. Kini bahkan telah mencapai 228 orang. "Hari ini data-data yang masuk dari lab kami jadi 228 orang," kata Sekjen DPR RI Indra Iskandar.

Indra mengatakan, dari 228 orang tersebut, ada 10 orang anggota DPR yang terdeteksi positif Corona. Menurutnya, sebagian di antaranya masih positif sampai saat ini. "Itu 10 orang positif merupakan update dari minggu lalu, beberapa sudah negatif," lanjutnya.