Pemkot Dikritik DPRD, Masalah Hutan Kota Belum Beres Sejak 2014

Pemkot Dikritik DPRD, Masalah Hutan Kota Belum Beres Sejak 2014 Josiah Michael. (Foto; Istimewa)

Rencana Pemerintah Kota Surabaya terkait pembangunan hutan kota masih jauh dari target. Saat Tri Rismaharini menjabat Walikota Surabaya, pada 2014 silam, 10 persen dari total luas Kota Surabaya adalah RTH (Ruang Terbuka Hijau) atau Hutan Kota.

Anggota DPRD Surabaya Komisi A, Josiah Michael mengatakan, saat ini luas hutan kota di Kota Pahlawan baru mencapai 306,35 hektare atau sekitar 10 persen dari target yakni 3.300 hektare dalam 10 tahun sejak tahun 2014.

“Pemkot berjanji akan membangun 3.300 hektare dalam 10 tahun sejak disahkannya Perda Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Hutan Kota. Capaian ini masih jauh dari target. Sekarang masih sekitar 300 hektar. 10 persen kurang," ujar Josiah Michael, Minggu (16/01/2022)

Dengan capaian minim itu, Josiah Michael mempertanyakan apa yang menjadi kendala sehingga progres pembangunan hutan kota di Kota Surabaya lambat, padahal Perda 15/2014 sudah berjalan 7,5 tahun. Padahal sudah berjalan selama itu.

Josiah Michael mengatakan, sisa waktu sebagai anggota DPRD Surabaya tinggal 2,5 tahun lagi, sehingga pihaknya menekankan agar Pemkot Surabaya memenuhi target luasan hutan kota pada 2024 mendatang. Agar Kota Surabaya semakin asri dan sejuk, serta masyarakat Surabaya bisa merasakan hutan kota yang dijanjikan itu.

“Jelas, hal ini akan kami kawal terus sampai tuntas. Hutan Kota itu kan bagus untuk mengurangi emisi karbon dan suhu udara, apalagi kota Surabaya makin lama makin panas, makin tinggi suhunya. Jadi harus segera diselesaikan,” katanya.