Omicron Masuk Surabaya, PTM 100 Persen Tetap Digelar

Omicron Masuk Surabaya, PTM 100 Persen Tetap Digelar Ilustrasi: Penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan PTM di salah satu SD di Kota Surabaya. (FOTO: Istimewa)

Varian baru Covid-19 jenis Omicron menjadi kado awal tahun warga Kota Surabaya. Dua warga terdeteksi positif varian yang menurut WHO bermula dari Afrika itu. Terpaparnya kedua suspek itu diduga setelah berlibur ke Bali bersama keluarga besarnya.

Kekhawatiran Omicron memicu gelombang ketiga pandemi pun merebak. Sehingga banyak elemen yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar kebijakan publik ditunda pelaksanaannya. Semisal pertemuan tatap muka (PTM) 100 persen SD dan SMP.

Namun, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, PTM yang rencananya digelar awal 2022, tetap akan digelar. Apalagi Kota Surabaya dijadikan pusat sebagai role model kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi menyusul kesuksesan vaksinasi Covid-19 maupun tingkat penanganan selama 2021. Hanya saja, Eri Cahyadi menyebut pihaknya melakukan PTM sekitar 70 persen.

"Jadilah, tetap. Kalau tatap muka tetap kita lakukan 70% lah nanti kita lihat," kata Wali Kota Eri Cahyadi kepada wartawan di Rumah Dinas Jalan Sedap Malam, Minggu (2/1/2022).

Namun, tambah dia, sebelum PTM buka harus ada persetujuan dari wali murid. Jika tidak diizinkan, pemkot tidak memaksa siswa tersebut harus masuk. "Jadi akan kita buka yang mau masuk silahkan, yang gak ikut tidak apa-apa," ujarnya.

Saat ini, lanjut Eri, vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 70% lebih. Bahkan, seharusnya sudah tuntas 100% pekan ini. Eri menyebut, kendala vaksin anak usia 6-11 tahun ini karena menunggu vial vaksin. Sehingga target 100% vaksinasi anak harus mundur.

"Harusnya kemarin, cuma nunggu vaksin datangnya tidak sesuai dengan jumlah yang kita rencanakan. Semoga bulan ini sudah 100%," pungkasnya.