Sah Dilantik Sebagai Dewan, Zuhrotul Marah Mengaku Fokus Penanganan Ekonomi

Sah Dilantik Sebagai Dewan, Zuhrotul Marah Mengaku Fokus Penanganan Ekonomi Pelantikan Zuhrotul Mar'ah sebagai anggota DPRD Surabaya. (Foto: Istimewa)

Fraksi PAN DPRD Surabaya akhirnya menunjuk anggota mereka menggantikan Hamka Mudjiadi yang wafat. Penggantinya adalah Zuhrotul Mar'ah. Pelantikan pergantian antar waktu (PAW) Anggota DPRD Surabaya Zuhrotul Mar'ah (PAN) dilaksanakan dalam agenda sidang paripurna DPRD Surabaya, Senin 11 Oktober 2021.

Sidang paripurna pengucapan sumpah ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono dengan diikuti anggota lain serta Wali Kota Surabaya. Namun karena masih dalam pandemi Covid-19, pelantikannya dilakukan secara hybrid. Yakni ada yang datang di ruangan dan di antaranya mengikuti melalui daring (online) demi menerapkan protokol kesehatan.

"Hari ini ada rapat paripurna untuk pengucapan sumpah dan janji Anggota DPRD Kota Surabaya yang baru melalui mekanisme pergantian antar waktu yakni, Ibu Zuhrotul Mar'ah," kata Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutawrijono.

Adi mengatakan, setelah pengucapan sumpah jabatan diharapkan Zuhrotul Mar'ah dapat segera beradaptasi dengan lingkungan tugas kerja yang baru sebagai amanah rakyat.

"Puji Syukur kita bisa melakukan dengan lancar. Dengan demikian sudah resmi menjadi Anggota DPRD Kota Surabaya," ujarnya.

Semantara itu, Zuhrotul Mar'ah mengatakan kesiapannya untuk cepat beradaptasi dalam pengabdian sebagai wakil rakyat. Ia mengaku sesegera mungkin akan menjalankan tugas-tugas kedewanan sesuai aturan dan ketetapan yang berlaku, demi masyarakat dan konstituennya.

"Secepatnya, saya belum bisa menargetkan kapan. Namun sesegera mungkin saya akan menjalankan amanah rakyat dengan penuh tanggung jawab," ucapnya.

Ia bakal menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Surabaya menggantikan almarhum Hamka Mudjiadi yang berhalangan tetap karena meninggal dunia. Ia sendiri mengaku fokusnya ke depan adalah mengenai ekonomi pasca pandemi. Ia ingin ekonomi segera bangkit, dan warga Surabaya tak akan keluhan lagi.

"Bayangan saya ke depan, bagaimana mewujudkan pemulihan ekonomi secara maksimal. Sehingga tidak ada lagi ekonomi yang terpuruk, meski di tengah pandemi," terangnya.