Level PPKM Turun, Wali Kota Surabaya Fokus Ngegas Ekonomi

Level PPKM Turun, Wali Kota Surabaya Fokus Ngegas Ekonomi Turunnya level PPKM di Kota Surabaya jadi kabar gembira bagi pelaku UMKM. Termasuk pengusaha kuliner di pujasera yang sejak pandemi melanda, sangat terdampak. (FOTO: Istimewa)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, saat ini jumlah kesembuhan di Surabaya lebih besar daripada penambahan kasus Covid-19. Bahkan, jumlah pasien terkonfirmasi juga turut berkurang dan angka kematian menurun.

Kendati menurun, wali kota bersama Forkopimda Kota Surabaya tetap berkomitmen memutus mata rantai pandemi Covid-19. Namun, penanganannya seiring dengan upaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Bagaimana (kasus) Surabaya cepat turunnya dan kita bisa menggerakkan ekonomi. Karena ini kami sudah berdiskusi menurunkan Surabaya jadi zona kuning. Jadi penanganan tidak hanya fokus pada Covid-19 saja, karena kalau cuma ngatasi Covid-19, ekonomi tidak bisa jalan ngegas (cepat)," ujarnya, Selasa (24/8/2021).

Oleh karena itu, ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah bagaimana dapat meningkatkan sektor ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk pula memberikan perhatian terhadap warga yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Selain itu di sektor usaha, nasib para pekerja yang dirumahkan karena dampak PPKM ini juga menjadi fokusnya.

"Bagaimana posisinya warga Surabaya yang UMKM, kena PHK, yang kerja tapi tidak maksimal itu bagaimana meningkatkan kembali. Sehingga langkah-langkah apa yang harus diambil itu kami lakukan bersama orang-orang hebat (forkopimda) di Surabaya ini," katanya.

Hanya saja, misi ini dipengaruhi perkembangan kasus yang ada di wilayah aglomerasi Surabaya Raya. Seperti di Kabupaten Sidoarjo dan Gresik. "Artinya, kasus di kabupaten sekitar dapat berimplikasi terhadap meningkatnya Covid-19 di Surabaya," kata mantan kepala Bappeko tersebut.

Menurut Eri, berdasarkan hasil evaluasi PPKM bersama forkopimda, naik turunnya status Kota Surabaya dapat dipengaruhi terhadap kasus di wilayah aglomerasi. "Semua sudah kami lakukan evaluasi dan sekarang memang Surabaya kalau ngomong (bicara) zona sudah turun (dari merah ke oranye)," ujarnya.