Jenazah Covid-19 Overload, DPRD Surabaya Minta Pemprov Ikut Andil

Jenazah Covid-19 Overload, DPRD Surabaya Minta Pemprov Ikut Andil Ilustrasi pemakaman Covid-19. (Foto: Istimewa)

Seiring berjalannya waktu, kasus kematian akibat Covid-19 terus berjalan. Di Surabaya sendiri mengalami penyempitan ketersediaan lahan kosong untuk pemakaman warga khusus Covid-19. Hal tersebut bertambah bebannya dikala Korban Covid-19 dari luar daerah memaksa untuk dimakamkan di Surabaya.

Kegelisahan ini disampaikan opleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati. Oleh karenanya, Aning mendesak agar Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Timur ikut andil dalam penanganan jenazah Covid-19 non warga Surabaya. Sebab, kata Aning, secara kemanusiaan hal ini tak mungkin ditolak oleh Pemkot Surabaya. Namun, dia berharap pemprov ikut turun dan bekerja sama.

"Warga non Surabaya ini harusnya menjadi tanggung jawab gugus tugas provinsi untuk proses pemakamannya. Karena secara lahan harusnya provinsi juga ada, secara SDM juga ada," ujarnya.

Saat ini, kata Aning, pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Keputih bisa mencapai 145-150 jiwa. Sehingga menyisakan tanah seluas 5 hektar. Sedang di TPU Babat Jerawat lahan semakin terbatas, tersisa hanya 700 lubang jenazah. Tidak hanya itu, jumlah SDM yang ada untuk melakukan pemakaman juga terbatas, karena sudah terforsir untuk memakamkan jenazah Covid-19 yang dari Surabaya sendiri.

"Saat ini Surabaya overload. Sehingga perlu kerja sama yang baik dari Satgas Covid-19 Provinsi Jatim untuk pemakaman warga non Surabaya," tuturnya.

Di samping itu, pihaknya mengapresiasi upaya pemkot. DKRTH dinilainya sudah memberikan pelayanan yang maksimal. Meski demikian, politisi perempuan PKS ini mendorong pemkot untuk segera mempersiapkan tempat pemakaman baru.

"Area di Waru Gunung bisa menjadi opsi. Secara master plan, lahan aset milik pemkot ini memang disediakan untuk area pemakaman," jelasnya.