Bertemu Wapres, DPP Rabithah Alawiyah Putuskan Tunda Muktamar

Bertemu Wapres, DPP Rabithah Alawiyah Putuskan Tunda Muktamar Rabithah Alawiyah (foto istimewa)

Dewan Pengurus Pusat Rabithah Alawiyah, meminta arahan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait rencana Muktamar Rabithah Alawiyah, yang sedianya dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2021. Namun seiring lonjakan angka Covid-19 kian tinggi, mereka memutuskan untuk meminta saran dari Wapres.

“Kami minta arahan, apakah muktamar tahun ini tetap perlu diselenggarkan sesuai dengan anggaran dasar yang dilakukan setiap 5 tahunan yang jatuh pada tanggal 30 Juli 2021 atau menunda sampai kondisi pandemi ini menurun,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Pusat Habib Zen Umar Sumaith melalui konferensi video dengan Wapres di kutip Jumat (26/6/2021).

Habib Zen menambahkan dalam rencana awal, muktamar ini rencananya digelar secara luring dan daring di Hotel Peninsula, Jakarta. Muktamar Rabithah dinilai Wapres begitu penting, sebagai upaya untuk menjaga umat, utamanya saat ini lagi gencar pemberitaan hoax dan lahirnya ajaran ekstrim di tengah masyarakat, dan itu menurutnya, semakin mudah menyebar.

Di samping itu, dia berharap pengurus Rabithah Alawiyah dapat melakukan konsultasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat Pusat maupun Daerah (DKI). “Dimana tempatnya, harus berkoordinasi dengan Gugus Tugas (Satgas Covid-19), baik yang sifatnya nasional maupun daerah. Coba berkonsultasi dengan Satgas, perkiraannya seperti apa,” ujar Wapres.

Wapres juga menyarankan DPP Rabithah Alawiyah berkonsultasi dengan Satgas Covid19, apabila pelaksanaan muktamar tidak memungkinkan dilaksanakan bulan Juli maka sebaiknya ditunda hingga kondisi pandemi mereda. “Sandainya tidak memungkinkan, waktu pelaksanaannya mundur dulu," saran Wapres.

Setelah mendengar arahan Wapres, Habib Zen sepakat pelaksanaan muktamar diundur waktunya untuk kemaslahatan dan keselamatan umat, karena serangan Pandemi Covid-19 masih tinggi.