Massa Kepung Balai Kota Surabaya, Tuntut Wali Kota Minta Maaf

Massa Kepung Balai Kota Surabaya, Tuntut Wali Kota Minta Maaf Warga Madura peserta aksi demo di balai kota Surabaya, mulai berdatangan sejak pagi hari mengusung tiga tuntutan pasca penyekatan Jembatan Suramadu.

Ratusan Massa mengepung Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). Mereka berdatangan dari arah Jembatan Suramadu sejak pagi hari. Tujuannya, menolak kebijakan penyekatan Jembatan Suramadu.

"Kita berangkat dari Bangkalan jam 9 siang, mayoritas masyarakat tapi ada juga mahasiswa," kata Wakil Presiden BEM Universitas Trunojoyo Madura, Muhammad Lutfi Hidayat.

Satu mobil komando nampak melintang di Jalan Walikota Mustajab. Sehingga arus lalu lintas dari arah barat sementara dialihkan. "Kami minta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta maaf," kata Lutfi.

Merespons aksi tersebut, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak malam hari. “Bakan nanti pendemo diterima wali kota dan forkompinda di Balai Kota Surabaya," katanya.

Menurut dia, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, petugas keamanan akan mengurai massa yang saat ini sedang di perjalanan menuju di Balai Kota Surabaya.

Menanggapi aksi ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan. Bahkan harus dijelaskan dasar kebijakannya kendati menimbulkan resistensi. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya sebatas menjalankan tes cepat antigen dan tes usap atas permintaan dari Pemkab Bangkalan. "Harus sabar kan ibadah, karena pemimpin itu harus amanah," ujarnya kepada wartawan.

Eri juga menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan arahan dari Gubernur Jatim untuk memutus penyebaran Covid-19 sesuai dengan Surat Sekda Provinsi Nomor : 188/12898/013.1/2021 tentang Penugasan Pencegahan Penyebaran dan Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan tanggal 17 Juni 2021.

"Ini kan di bawah arahan Gubernur, saya ikut saja. Beliau yang menentukan, saya hanya menjalankan arahan untuk pemutusan COVID-19 sesuai dengan surat Gubernur," katanya.

Diketahui aksi demo masyarakat Madura hari ini untuk menyampaikan tiga tuntutan. Yakni hentikan penyekatan yang diskriminatif, lakukan saja tes cepat antigen di tempat hiburan dan kerumunan lainnya di Surabaya dan Wali Kota Surabaya harus meminta maaf kepada warga Madura.