Polisi bakal Tangkap Pembuat Konten Penghinaan Palestina

Polisi bakal Tangkap Pembuat Konten Penghinaan Palestina Ilustrasi (foto istimewa)

Masyarakat yang memuat konten penghinaan terhadap Palestina di media sosial (medsos) bisa langsung dilakukan penangkapan oleh Virtual Police Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tanpa harus memberikan peringatan terlebih dahulu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menjelaskan, bahwa konten penghinaan ke Palestina bersifat adu domba. Sedangkan yang sifatnya ujaran kebencian diperingatkan.

"Tapi kalau yang sifatnya bisa mengadu domba bahkan menciptakan suasana yang bisa menjadikan kegaduhan itu bisa saja Direktorat Siber melakukan penangkapan," kata Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021).

Ramadhan menambahkan, dalam sejumlah kasus video tentang Palestina dapat membuat gaduh ditengah bahkan sampai mengadu domba. Sehingga perlu dibedakan pula mana yang sifatnya membahayakan. "Apalagi mengadu domba bisa menciptakan perpecahan bangsa," ujar dia.

Ia menyebutkan, fungsi virtual police memberikan edukasi dan peringatan terhadap pemilik akun yang seringkali tak sadar telah memenuhi dugaan pelanggaran pidana ujaran kebencian dan/atau SARA.

"Virtual police itu sifatnya adalah memberikan peringatan juga memberikan edukasi terhadap postingan yang sifatnya ujaran kebencian," ucap Ramadhan.

Belakangan marak netizen memuat konten yang berujung penghinaan terhadap negara Palestina, yang bersitegang dengan Israel. Salah satunya, penghinaan terhadap Palestina yang terjadi di Nusa Tengara Barat (NTB). Dimana petugas kebersihan berinisial HL (23) ditangkap dan menjadi tersangka usai membuat konten serupa terkait penyerangan Palestina. HL dikenakan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 jo 45a (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) soal ujaran kebencian terkait SARA.