Libur Lebaran Dongkrak Penggunaan Uang Kertas hingga Rp 4,7 Triliun

Libur Lebaran Dongkrak Penggunaan Uang Kertas hingga Rp 4,7 Triliun Jasa penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H tetap marak di Kota Surabaya. (Foto: Istimewa)

Tradsi berbagai rejeki bagi sanak saudara dalam Lebaran 2021 teta[ berlangsung kendati dibayangi pandemi Covid-19. Terbukti,  Kantor Perwakilan Bank Indonesia BI Jatim mendata ada kenaikan kebutuhan uang kertas selama momen liburan.

Dperkirakan, selama periode libur lebaran  di wilayah Jatim, peredaran uang kartal mencapai Rp 4,7 triliun. BI sudah mengantisipasi kebutuhan itu dengan mempersiapkan uang dengan jumlah dan pecahan sesuai yang diinginkan masyarakat. 

Deputy Kepala Perwakilan BI Jatim Harmanta mengatakan, kebutuhan itu didominasi oleh uang pecahan besar (UPB) untuk pengisian ATM. “Hingga saat ini kebutuhan uang kartal masyarakat, terutama uang pecahan kecil (UPK) sudah bisa dipenuhi," ujar Harmanta, Selasa (11/5/2021).

Diaakui Harmanta, animo masyarakat untuk melakukan penukaran baik uang kartal maupun uang pecahan Rp 75 ribu selama periode ramadan ini cukup besar. Masyarakat menukarkan baik secara individu maupun kolektif melalui link pintar.

Meski demikian, kata dia, perbankan dan bank perkreditan rakyat (BPR) juga ikut aktif membantu masyarakat yang ingin menukarkan UPK75. "Saat ini, alokasi UPK 75 di Jatim sudah habis, sehingga BI tidak lagi melayani penukaran UPK 75," ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa pergerakan inflow (uang masuk) selama triwulan I/2021 dan outflow (uang keluar) di Jatim dalam posisi net inflow sebesar Rp 16,34 triliun. Sesuai dengan pola historisnya, pada triwulan I-2021 terjadi peningkatan inflow sejalan dengan berakhirnya momentum natal dan tahun baru.