Antisipasi Klaster Tarawih Bermunculan, Menag Imbau Panduan Ibadah selama Ramadan Ditaati

Antisipasi Klaster Tarawih Bermunculan, Menag Imbau Panduan Ibadah selama Ramadan Ditaati Yaqut Cholil Qoumas (foto istimewa)

Jajaran Kementerian Agama (Kemenag) diminta mengintensifkan panduan ibadah ramadan, setelah terjadi klaster trawih di Banyumas dan Sragen. Klaster itu mencuat setelah imam masjid dilaporkan terpapar Covid-19.

Imbauan ini disampaikan langsung Menag Yaqut Cholil Qoumas, "Masih terjadi peristiwa penyebaran Covid-19. Saya minta kepada masyarakat, kedepannya untuk lebih disiplin dalam mematuhi panduan ibadah di bulan ramadan." katanya, Jumat(7/5/2021).

Yaqut menegaskan, bahwa panduan tersebut demi kemaslahatan bersama, agar setiap potensi penyebaran bisa diantisipasi dan diminimalisir. Begitu juga dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) juga harus diterapkan dalam pelaksanaan pembayaran zakat fitrah, untuk memaksimalkan pelayanan melalui electronic channel dengan membuka rekening pembayaran zakat dari muzakki.

"Jajaran Kemenag harus memonitor dan memastikan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah (ZIS) dapat dilakukan melalui masjid/musala dengan memperhatikan protokol kesehatan." beber dia.

Sementara untuk kegiatan takbiran, Yaqut menegaskan hanya dilakukan di masjid/musala, dengan dihadiri maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan menggunakan speaker internal. 

Sedangkan untuk halal bihalal atau silaturahim Lebaran di lingkungan inti. "Seluruh penyuluh agama dan jajaran Kemenag untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar halal bihalal atau silaturahmi Lebaran dilaksanakan di lingkungan keluarga inti saja, dengan memperhatikan protokol kesehatan atau memaksimalkan fasilitas teknologi informasi (virtual)." pesan dia.

Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M. Edaran ini mengatur pengurus masjid atau musala dalam menyelenggarakan kegiatan sholat fardu lima waktu, Sholat Tarawih dan Witir, tadarus Alquran, iktikaf, dan Sholat Idul Fitri dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas.