Gelar Buka Bersama, Ketua PWNU Jatim Tegaskan Kewajiban Menjaga Keutuhan NKRI

Gelar Buka Bersama, Ketua PWNU Jatim Tegaskan Kewajiban Menjaga Keutuhan NKRI Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengisi sambutan pada acara buka bersama yang dihairi Forkopimda Jatim dan kiai se-Jatim. (Foto: Totok/ininusantara.com)

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar buka bersama seluruh pengurus yang dihadiri Menteri Desa Halim Iskandar, Wakil Gubernur (Wagub) Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afianta, dan Brigjen TNI Bagus Budianto yang mewakili Pangdam V Brawijaya, di gedung PWNU Jatim, Selasa (4/5/2021).

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar dalam sambutannya, menegaskan komitmen NU untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab ini merupakan ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah didapatkan rakyat Indonesia, serta wujud nasionalisme dan cinta tanah air.

"Komitmen dan kesungguhan kita menjaga NKRI, negeri yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita. Asal Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh, tetap berdaulat, tetap rukun, tetap aman, tetap damai, asal bisa seperti itu, insya Allah khususnya umat Islam akan baik-baik saja," jata Kiai Marzuki,

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad, Gasek, Malang tersebut memaparkan, menjaga keutuhan NKRI hukumnya wajib. Sama seperti menjaga agama itu sendiri. Berpangkal pada hal tersebut, menurut Kiai Marzuki tidak boleh ada yang perlu dianak tirikan terkait agama dan negara.

Sebab keduanya merupakan hal yang mutlak untuk terus dijaga keutuhannya. "Kata Bung Karno, Jangan sampai yang nasionalis terlalu kenasionalisannya akhirnya sekuler. Yang beragama, Jangan mabuk dengan agamanya lalu atas alasan dengan kedok agamanya kemudian memporak-porandakan persatuan, menghancurkan NKRI, Jangan!" lanjutnya.

Kiai Marzuki pun mengajak kepada semuanya agar, ricuh yang terjadi di sebagian negara kawasan Timur Tengah  menjadi refleksi dalam membangkitkan semangat menjaga keutuhan NKRI.

"NKRI tanpa agama tidak barokah dan agama tanpa utuhnya NKRI juga tidak bisa jalan seperti yang terjadi di beberapa negara di Timur Tengah. Sekali lagi kita tetap berkomitmen jaga Islam ahlussunnah waljamaah dan jaga NKRI harga mati," tegasnya.