10 Juta Masyarakat Diprediksi Nekat Mudik

10 Juta Masyarakat Diprediksi Nekat Mudik Ilustrasi Mudik. (foto: istimewa)

Kendati mudik telah dilarang oleh pemerintah, namun diprediksi akan ada sekitar 10 juta penduduk yang tetap nekat untuk mudik. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, selama ini angka pemudik antara 73 sampai 83 juta.

"Itu kalau seandainya dilepas tidak ada larangan, itu akan ada 73 juta orang bermudik ya. Kalau dilarang itu potensinya masih sekitar 13 persen, maksud saya jadi masih 13 persen dari total itu, jadi sekitar ya mungkin sekitar hampir 10 jutaan," kata Muhadjir saat memberi sambutan pada acara Untung Rugi Mudik di Tengah Pandemi yang disiarkan langsung melalui YouTube BPKN, dikutip Rabu (21/4/2021).

Dia menuturkan, pemerintah terus berupaya untuk menekan laju masyarakat yang tetap bandel mudik. Pasalnya angka 10 juta tersebut dinilai tergolong kecil. "Namun bukan berarti bisa disepelekan, angka ini bahkan hampir setara dengan jumlah penduduk di Singapura," imbuhnya.

Sebab kata dia berapa pun jumlahnya potensi angka tersebut bisa berakibat pada jumlah kasus positif covid-19.

"Itu cukup heboh, itu cukup semrawut. Karena itu berarti dua kali lipat dari penduduk Singapura jadi kelihatannya 10 juta itu sedikit, tapi itu sudah dua kali lipat dari penduduk Singapura dan sekarang pemerintah memang berupaya keras bagaimana memperkecil lagi jumlah yang tidak patuh melaksanakan aturan mudik itu," kata dia.

Pemerintah resmi melarang mudik lebaran tahun 2021. Hal itu berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/03/2021).

Larangan mudik lebaran tahun ini akan diberlakukan tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.