Pasca Demokrat, Giliran Internal PKB Memanas dengan Keluarnya Seruan KLB

Pasca Demokrat, Giliran Internal PKB Memanas dengan Keluarnya Seruan KLB Ilustrasi (foto: istimewa)

Sejumlah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginginkan digelarnya kongres luar biasa (KLB). Seperti yang diapungkan Ahmad Zamakhsyari. Latar belakang tuntutan itu karena ia menilai banyak pelanggaran anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Salah satunya, menurut Jimmy sapaan akrabnya, terkait penunjukan DPC. "Bukan hanya AD/ART partai yang dilanggar, amanat muktamar Bali pun banyak yang dilanggar," kata Jimmy dikutip dari Tempo,co, Sabtu, (10/4/ 2021).

Jimmy menjabarkan, kendati dalam muktamar diatur DPC ditunjuk oleh DPP, namun penjaringan namanya tetap dilakukan oleh DPW. Sayangnya, ia membeberkan, DPP asal tunjuk sesuai keinginan mereka.

Di samping itu dia juga menuding mekanisme musyawarah wilayah (muswil) dan musyawarah cabang (muscab) kerap tidak dijalankan. Kemudian, lanjutnya ada juga Dewan Syuro yang tidak dilibatkan dan diikutsertakan dalam penandatanganan kebijakan penting partai, seperti keluarnya SK dan yang lainnya.

Bahkan, ia juga menyebut kepengurusan ganda dan rangkap jabatan pengurus DPP yang merangkap jadi ketua DPW. "Mereka Ketua DPC mereka pengurus DPW. Sementara orang lain ini disingkirkan," kata Jimmy tanpa menegaskan siapa yang dimaksud.

Selama ini, ia menyebutkan sejumlah kader di DPC telah berusaha melawan hal ini. Sehingga KLB didorong dilakukan agar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin lebih memahami masalah tersebut. "Temen-temen DPC PKB yang dirugikan nunggu momentum dan komando para masayikh dan ulama sepuh aja," kata Jimmy.