Narasi Mendamaikan, Harapan Khofifah pada Pers Jawa Timur

Narasi Mendamaikan, Harapan Khofifah pada Pers Jawa Timur Gubernur Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan sambutan pada peringatan HPN 2021 dan HUT PWI ke 75. (Foto: Totok/ininusantara.com)

Gubernur Khofifah Indar Parawasa berharap media dapat melakukan filtersisasi dan menangkal penyebaran berita hoax yang marak di tengah masyarakat. "Tentu harapan negara ini bahwa media akan mereduksi hoax, bisa melakukan penetrasi hoax," katanya pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) sekaligus HUT PWI ke-75, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/4/2021).

Khofifah mengatakan, peran penting media saat ini sangat tinggi. Informasi tak bersumber di media massa sudah tak terbendung, siapapun dan di mana pun saat ini dapat mengakses berita yang berkembang, meski itu berita bohong. Oleh karenanya, saat ini hanya media dengan kaidah jurnalis yang benar yang dapat melakukan filtersasi itu.

Sehingga dapat mereduksi layaknya paham radikal dan ujaran kebencian. "Bisa mereduksi kemungkinan referensi radikalisme, juga bisa melakukan penetrasi referensi radikalisme. Jadi kekuatan media antara lain adalah mereduksi dan melakukan penetrasi," ujarnya.

Ia mengungkapkan, tantangan NKRI mendatang juga bergantung kepada penyebaran pemberitaan yang terjadi. Sebab, narasi yang menyebar akan membentuk pola mindset masyarakat. Oleh karenanya, Khofifah mengungkapkan kontribusi para jurnalis dalam membentuk pola pikir yang baik sangat dibutuhkan.

Mengarahkan masyarakat pada narasi-narasi yang mendamaikan, mengeratkan persatuan dan persaudaraan. "Semakin sering orang membaca tentang persaudaraan makin kuat di dalam fragmen-nya. Makin sering orang membaca narasi tentang kasih sayang maka seseorang pasti akan mengajak dia untuk melakukan gerakan pemikirannya," ungkapnya.