Yaqut: Doa Semua Agama Hanya di Internal Kemenag

Yaqut: Doa Semua Agama Hanya di Internal Kemenag Yaqut Cholil Qoumas (foto: istimewa)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan usulan terkait doa semua agama hanya berlaku untuk forum di internal Kemenag. Yaqut menerangkan doa tersebut bukan untuk acara lain di luar Kemenag.

"Itu kan bersifat internal, di lingkungan Kemenag. Itu pun hanya untuk kegiatan berskala besar seperti Munas (musyawarah nasional)," kata Yaqut dikutip Antara, Rabu (7/3/2021).

Menurutnya, Kemenag tidak hanya menaungi satu agama saja, namun semua agama yang diakui di Indonesia. Sehingga, tegas Yaqut hal itu yang mendasari pembacaan doa lintas agama. 

"Ingat, ini Kementerian Agama. Menaungi semua agama yang diakui di negara ini. Bukan Kementerian Islam yang hanya menaungi satu agama Islam saja," jelasnya

Usulan doa bersama mendapat kritik dari sejumlah kalangan, salah satunya Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Menurutnya, hal itu tak sesuai dengan kaidah toleransi di Indonesia. Yaqut pun diimbau melihat pembicara dan mayoritas peserta yang hadir dalam suatu acara Kemenag.

Bila pembicara atau peserta yang hadir lebih banyak ke satu agama tertentu, lanjut Abbas, doanya bisa disesuaikan.

"Kita kan negara demokrasi yang menjunjung tinggi toleransi, toleransi itu baru punya makna itu kalau dia diletakkan di tengah-tengah perbedaan. Kalau saya orang Islam, ya, ucapkanlah salam secara orang Islam," ujar Anwar.

Namun, Yaqut menegaskan, kenapa doa lintas keyakinan perlu dilakukan? Menurutnya agar menjadi representasi keterwakilan masing-masing pemeluk agama di lingkup organisasi kepegawaian Kemenag. "(Bukankah) negara ini didirikan oleh banyak agama. Bukan Islam saja," ucap Gus Yaqut.