Jelang PTM Dimulai, Baru 20 Persen Guru di Jatim yang Sudah Vaksin

Jelang PTM Dimulai, Baru 20 Persen Guru di Jatim yang Sudah Vaksin PTM di salah satu SMP dengan mengurangi jumlah siswa dan memangkas jam belajar.

Desakan pembelajaran tatap muka (PTM) terus menggelinding kendati masih ada pro kontra menimbang dampaknya pada penyebaran Covid-19 di Jawa Timur (Jatim). Setahun lebih pendidikan nyaris terhenti total meskipun ada kebijakan belajar dalam jaringan (daring).

Vaksinasi massal jadi ikhtiar pemerintah agar sektor pendidikan kembali berjalan normal. Hanya saja, cara ini masih terkendala rendahnya tingkat pelaksanaan vaksinasi. Ketua DPRD Jatim Kusnadi berharap, koordinasi pemerintah provinsi (pemprov) dengan kabupaten/kota digencarkan agar PTM bisa segera dimulai. Khususnya dalam percepatan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik.

Menurutnya, PTM di Jatim harus segera dilakukan kendati harus ada pemberlakuan batasan siswa dan penerapan protokol kesehatan. “Saya minta segera ada koordinasi,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Langkah awal keinginan itu tentu saja dengan memberikan kekebalan kelompok. Yakni meningkatkan prosentase guru penerima vaksin. Menurut legislator yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, laporan yang diterima baru 20 persen guru di Jatim yang sudah divaksin. Padahal tahun ajaran baru pada Juli 2021 mendatang usdah dekat. "Secepatnya harus segera dilakukan. Tentu untuk kelancaran PTM di Jatim,” ujarnya.

Data kemdikbud.go.id, di Jatim saat ini ada 423.931 guru mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah. Sebanyak 136.171 guru laki-laki dan 287.760 guru perempuan.

Padahal Mendikbud Nadiem Makarim beberapa waktu lalu mengeluarkan statemen, PTM terbatas dapat dilakukan tanpa harus menunggu Juli/
Terlebih, Surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diumumkan pada Selasa (30/3/2021) telah berlaku.

Nadiem juga mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yang guru maupun tenaga pendidiknya sudah divaksinasi segera membuka opsi PTM terbatas.
Sekolah juga dapat menggelar PTM sesuai persyaratan yang ada meskipun masih ada tenaga kependidikan yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.