Demokrat Versi KLB Ditolak Pemerintah, DPC Surabaya Sujud Syukur

Demokrat Versi KLB Ditolak Pemerintah, DPC Surabaya Sujud Syukur Sujud syukur para pengurus DPC partai Demokrat. (foto : istimewa)

Sejumlah pengurus DPC Partai Demokrat Kota Surabaya melakukan sujud syukur saat mendengar pemerintah menolak Demokrat KLB Moeldoko, Rabu (31/3/2021). “Kami ikuti sejak pengumuman awal dari pemerintah dengan deg-degan. Dan alhamdulillah, pemerintah menolak KLB Moeldoko,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Lucy Kurniasari.

Sebenarnya Lucy sudah merasa jika kubu Moeldoko bakal kalah. Namun menurutnya harus pemerintah yang mengumumkan. “Kita semua bersyukur, akhirnya kebenaran itu hadir juga,” katanya.

Mochammad Machmud, Wakil Ketua I DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, mendampingi Ketua DPC Lucy Kurniasari bersama pengurus lainnya saat menunggu hasil pengumuman tersebut. Di antaranya adalah Siswa (Wakil Ketua IV), Indra Wahyudi (Kepala Bakomstra), Hasan (anggota Bakomstra), dan Setyo Purnomo (Sekretaris Bakomstra).

Machmud menjelaskan, meski deg-degan dia mengaku lega saat mendengar hasil keputusan yang dibacakan Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly. Yaitu, menolak kepengurusan Partai Demokrat versi KLB di Deli Serdang.

“Terus terang, hampir dua bulan ini pikiran, tenaga dan lainnya terkuras oleh ulah Moeldoko dan kawan kawannya,” ujarnya.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat- Nasdem DPRD Kota Surabaya ini, dengan pengumuman tersebut Demokrat segera melanjutkan program-program kegiatan untuk menyongsong tahapan Pemilu yg dimulai sekitar November.

"Cobaan kudeta ini ibarat gelombang tsunami yang luar biasa, dan kita berhasil lolos. Selanjutnya kita yakin akan bisa mengatasi masalah lainnya, dan kita bisa fokus untuk melanjutkan program-program kegiatan partai Demokrat kedepannya," Ujar Machmud.