Jumlah Wisatawan Turun Drastis, Pemprov Dorong Jatim Bangkit

Jumlah Wisatawan Turun Drastis, Pemprov Dorong Jatim Bangkit Gunung Bromo merupakan salah satu lokasi wisata andalan yang diharapkan meraup pendapatan besar. Sayang, akibat pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan merosot drastis sejak 2020. (Foto: Istimewa)

Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur mengungkap penurunan jumlah kunjungan ke lokasi wisata sepanjang masa pandemi Covid-19, turun drastis. Penurunannya bahkan mencapai 72,75 persen dibanding periode yang sama 2019.

Disbudpar menyebutkan, pada 2020 jumlah wisatawan di Jatim hanya mencapai 22.497.857 orang, mengalami penurunan drastis ketimbang tahun 2019 yang mencapai 82.561.561 orang.

Kepala Disbudpar Jatim Sinarto mengatakan, pandemi ini sangat memukul sektor pariwisata. Dampaknya, mengurangi pemasukan produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim, hingga 10,83 persen.

“Pada 2018 PDRB Jatim dari sektor pariwisata mengalami peningkatan 9,28 persen, lalu pada 2019 naik 9,73 persen. Namun, dikarenakan pandemi, PDRB pariwisata kita turun 10,83 persen,” kata Sinarto, Selasa (23/3/2021).

Di sisi lain, pemprov terus berusaha mengangkat regulasi pariwisata di Jatim. Melalui program 'Jatim Bangkit', pemprov terus mendorong kebangkitan perekonomian lewat pariwisata. Program ini terus digalakkan, mengingat besarnya potensi pariwisata di Jatim.

"Saya menyebut industri pariwisata Jatim adalah the awakening giant. Ini adalah raksasa yang sedang bangkit," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Seperti diketahui, Di Jatim sendiri tercatat memiliki sebanyak 969 destinasi wisata yang terdiri dari 387 wisata alam, 302 wisata budaya, 280 wisata buatan, 479 desa wisata, 2.225 hotel dan 4.203 restoran.