Cegah KKN, Pengadilan Tinggi Surabaya Operasikan Anjungan Mandiri PTSP

Cegah KKN, Pengadilan Tinggi Surabaya Operasikan Anjungan Mandiri PTSP Ketua PT Surabaya Herri Swantoro di ruangan pemantau PTSP. (Foto: istimewa)

Untuk peningkatan layanan secara terintegrasi, Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya mengoperasikan Anjungan Mandiri Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Layanan ini terintegrasi online dengan seluruh pengadilan negeri (PN) di Jawa Timur.

Ketua PT Surabaya Herri Swantoro mengatakan, anjungan mandiri PTSP melayani 21 jenis pelayanan yang meliputi kesekretariatan dan kepaniteraan. “Di antaranya melayani permohonan izin penyitaan, pengiriman berkas perkara, serta pendaftaran perkara gugatan pidana ataupun perdata,” terangnya setelah meresmikan Anjungan Mandiri PTSP di Kantor PT Surabaya, Rabu (17/3/2021).

Anjungan Mandiri PTSP ini diharapkan dapat mencegah tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Alasannya pertama, anjungan ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, kedua untuk transparan, tidak akan ada lagi kongkalikong, tidak ada kasak-kusuk karena semuanya terekam kamera,” ucapnya.

Di Anjungan Mandiri PTSP PT Surabaya, lanjut dia, pengguna jasa bisa langsung dilayani oleh operator yang gambarnya muncul di layar dan bisa diajak berdialog. Pengguna jasa juga bisa memilih pelayanan daring dengan langsung memasukkan berkas atau dokumen-dokumen secara elektronik.

Menurut dia, persepsinya akan lebih bagus bagi pengadilan tinggi. Kalau pelayanan bertemu langsung dengan petugas, pengguna jasa bisa minta tolong untuk bertemu langsung dengan yang menangani perkara. “Itu persepsinya jelek. Akan tetapi, kalau di sini tidak mungkin karena terekam kamera. Kami berupaya melayani masyarakat dengan bersih,” katanya.

Khususnya untuk pelayanan daring, kata Herri, Anjungan Mandiri PTSP telah terintegrasi dengan seluruh atau sebanyak 35 pengadilan negeri di Jatim.

Ia mengatakan, pihaknya ke depan akan mengembangkan pelayanan daring di Anjungan PTSP Pengadilan Tinggi Surabaya, yang telah terintegrasi dengan seluruh pengadilan negeri di Jatim dapat diakses masyarakat secara luas melalui aplikasi yang dapat diakses menggunakan telepon seluler pintar.