Mengenal Sosok 3 Kandidat Ketua KOPRI PMII di Kongres XX

Mengenal Sosok 3 Kandidat Ketua KOPRI PMII di Kongres XX  Tiga Calon Ketua Kopri PMII

Akhirnya Kongres Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) XX digelar pada Rabu-Sabtu (17-20/3/2021) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kongres PMII sempat mengalami penundaan beberapa kali, Kongres sedianya akan dilaksanakan ada 13-17 April 2020, selain itu Kongres rencananya juga akan dilaksanakan pada 2-6 Maret 2021. Namun akhirnya ditunda juga lantaran pertimbangan masih ganasnya serangan Pandemi Covid-19.

Pada pembukaan Kongres PMII XX Tahun 2021, Rabu (17/3/2021) pagi, dari Istana Negara, Jakarta, PMII diharapkan jadi navigasi perubahan, PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif.

“Membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru,” harap presiden.

Presiden menegaskan, banyak organisasi yang digilas perubahan karena tidak sigap beradaptasi dengan perubahan. Saat ini, lanjut presiden, mengalami perubahan cepat dan menimbulkan disrupsi pada semua sektor kehidupan.

Perubahan itu, oleh presiden disebut selalu tidak ramah bagi yang tidak siap berubah dan berhenti belajar. Karenanya, presiden mendorong kader PMII untuk dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Buat kader-kader PMII, menguasai ilmu dan teknologi itu sifatnya fardhu ain, kewajiban setiap individu kader. Kenapa? Karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam yang akan ikut menentukan maju atau mundurnya Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Kongres PMII merupakan forum musyawarah tertinggi dalam organisasi, yang dihadiri oleh utusan cabang dan peninjau. Kongres PMII diadakan tiap dua tahun sekali. Kongres dikatakan sah apabila dihadiri oleh sekurangnya separuh lebih satu dari jumlah cabang yang sah.

Kongres memiliki kewenangan diantaranya:

Menetapkan Ketua Umum PB PMII dan Tim Formatur, serta memilih dan menetapkan Ketua Kopri PB PMII dan formatur.

Kopri merupakan wadah perempuan yang didirikan oleh kader-kader Putri PMII melalui Kelompok Kerja sebagai keputusan Kongres PMII XIV.

KOPRI PMII didirikan pada 29 September 2003 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, keberadaan KOPRI merupakan kelanjutan sejarah dari KOPRI yang didirikan pada 26 November 1967.

Dalam Kongres PMII XX, ada tiga calon kandidat Ketua Kopri PMII, dikutip dari grup Facebook PMII se-NUsantara yang unggah akun FB akun Raden Gusti Randa, berikut ini ketiga calon Ketua KOPRI PMII Kongres XX:

  1. Maya Muizatil Lutfillah

Merupakan calon Ketua Kopri PB PMII nomor urut 01, lahir di Pandeglang, 8 Februari 1993. Maya berasal dari Cabang PMII Kota Serang, yang menempuh pendidikan S1 di UIN Sultan Maulana Hasanuddin, dan S2 di Universitas Negeri Jakarta.

Ia memiliki VIsi “Kopri Mandiri dan Maju” dengan tagline “Kopri Prima Perempuan Mandiri dan Maju. Dikatakannya mandiri dalam visinya tersebut berarti mandiri secara personal maupun struktural.

Dengan kekuatan kader Kopri yang tersebar di seluruh Indonesia, bagaimana kemandirian melalui ekonomi, kreatif, dan inofatif, serta percaya diri harus tertanam pada diri kopri. Dengan cara harus memiliki skill dalam bidang keilmuan secara fokus, sehingga kader kopri bisa menjadi magnet gerakan perempuan yang berkarakter, berdaya saing dan bergerak cepat.

  1. Aida Mardatillah

Merupakan kandidat Ketua Kopri PB PMII dengan nomor urut 02, lahir di Jakarta 5 Mei 1993. Berasal dari Cabang PMII Kota Bogor, yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Pakuan Bogor, dan S2 di Universitas Indonesia.

Aida mengusung visi “Kopri berdaya untuk kemajuan Indonesia” yang artinya kopri perlu meningkatkan kualitas diri, dan organisasi kopri itu sendiri agar mampu berdaya saing, kompetitif, dan kolaboratif di era digital.

Untuk mewujudkan visinya ia menjabarkan beberapa misi diantaranya, inovasi sistem kaderisasi kopri, peningkatan kualitas kader kopri, penguatan jaringan gerakan kopri, serta advokasi keadilan dan konstitusi perempuan.

  1. Apriyanti Marwah

Adalah calon Ketua Kopri PB PMII dengan nomor urut 03, lahir di Karawang 20 April 1993, berasal dari Cabang PMII Karawang. Menempuh pendidikan S1 di Universitas Singaperbangsa Karawang, dan S2 di Universitas Nasional.

Apriyanti Marwah mengusung visi “Membangun gerakan kolektif dan kepemimpinan muda.” Hal tersebut adalah hasil dari refleksi beberapa tahun kepemimpinan ke belakang. Cita-cita yang ingin dicapai adalah memperjuangkan isu-isu kemanusiaan, isu keadilan, dan isu kesetaraan.

Salah satu misi adalah mempertegas gerakan Kopri sebagai gerakan perempuan. Kopri lebih terbuka dan menjaring teman-teman yang lain. Apalagi isu fundamental agama, terorisme merupakan salah satu musuh kopri yang harus diperangi, sehingga kopri harus mengambil bagian.