Saingi Arumi Bachsin Pendulang Suara Muda Usia, Kubu Gus Ipul Gaet Dua Pedangdut

Saingi Arumi Bachsin Pendulang Suara Muda Usia, Kubu Gus Ipul Gaet Dua Pedangdut Arumi Bachsin Via Vallen dan Nella Kharisma Pilgub Jatim seru.

Pedangdut Via Vallen dan Nella Kharisma Masuk Tim Khusus Gus Ipul

Kitanusantara – Resmi sudah Pilgub Jatim 2018 di ikuti dua pasangan Calon. Petahana Syifullah Yusuf (Gus Ipul) berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno (Puti). Sedangkan Khofifah Indarparawansa berpasangan dengan suami Arumi Bachsin, Emil Dardak Lestiyanto Bupati Trenggalek.

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan Arumi Bachsin di kubu Khofifah Emil, memiliki andil cukup signifikan dalam meraup pemilih muda usia. Sementara, performen Khofifah Emil saja sudah membuat kubu Gus Ipul Puti ketar ketir.

Bahkan sebelum berpasangan dengan Puti, “Cucu” pemilik Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri, kubu Gus Ipul sempat oleng saat bacawagub, Azwar Anas mengundurkan diri lantaran masalah pribadi. Disepakatinya Puti sebagai Bacawagub (kini Puti resmi menjadi Cawagub Gus Ipul), menggantikan Anas, menjadikan peta pemilih Pilgub Jatim sedikit berimbang.

Selain mesin politik dari partai pendukung, kubu Gus Ipul Puti juga menyiapkan penetrasi popularitas penentangnya Khofifah Emil, yaitu Arumi Bachsin. Kubu Gus Ipul tak mau menyepelehkan istri Emil Dardak.

Selain merakyat, mantan pemain sinetron itu juga memiliki segudang gaya tarik. Cantik, cerdas, ramah, merakyat, familiar terhadap semua kalangan social menjadi pendulang suara yang harus diperhitungankan kubu Gus Ipul Puti. Lantaran itu, Tim Sukses Gus Ipul Puti menggaet penyanyi muda asal Sidoarjo dan Kediri sebagai bagian Tim Khusus penetrasi Arumi Bachin. Dua biduan dangdut itu adalah Maulidia Octavia atau yang biasa dipanggil Via Vallen dan Nella Kharisma.

Via Vallen yang merupakan artis dari Sidoarjo dan Nella yang berasal dari Kediri, dianggap mewakili seniman lokal Jatim bertalenta nasional dan diharapkan bisa memalingkan pesona Arumi, Ikon alami milik Khofifah Emil.

"Dua penyanyi ini mewakili pemilih milenial. Saya kemarin sudah ngecek fans mereka. Ternyata ada ratusan ribu. Tersebar dari pesisir selatan sampai pantura," ujar Sekretaris Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Sri Untari di Surabaya, Jumat (12/1/2018).

"Kemudian, saya juga menggelar acara jalan sehat dengan mengundang orkes dangdut. Ternyata, dangduters ini joged bagus banget. Seirama," puji Untari yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jatim ini.

Harapan Untari, Via Vallen yang masih 26 tahun dan Nella yang juga masih berusia 23 tahun, juga bisa lebih mudah untuk melakukan komunikasi dengan pemilih muda dan memalingkan dukungan kubu lawan yang terhipnotis aura Arumi Bachsin.

Walau tidak dikatakan secara eksplisif, Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Jatim itu, menggunakan artis dan aliran musik dangdut yang disebut tengah booming akhir-akhir ini, untuk mematahkan pesona Arumi, timnya berusaha untuk menggaet pemilih muda.

"Mereka (pemilih muda) kan perlu disapa, dirangkul. Penyapaan mereka akan lebih cepat, kalau yang menyapa seusia mereka. Ditambah, figur ini juga sesuai dengan Style mereka," kata Untari.

Selain menyiapkan artis sebagai daya tarik pemilih muda, kubu Gus Ipul Puti juga mendapatkan banyak dukungan dari kalangan underbow ormas. Di duga, ormas seperti Pospera Jatim, Oi Full Jatim, LMP jatim akan menjadi mesin pemenangan bagi kubu Gus Ipul Puti. Sayangnya, saat dikonfirmasi, ormas-ormas tersebut masih malu-malu kucing mengakuinya.

Perlu diketahui, kompetisi kepemimpinan Jatim I, antara Khofifah melawan Gus Ipul sudah terjadi tiga kali ini. Dua kali Pilgub sebelumnya, Khofifah berhasil dikalahkan oleh Gus Ipul.

Saat itu, Pilgub th 2008, diikuti oleh 4 pasangan. Pada putaran pertama, Khofifah dan Mudjiono dengan 24,82 persen dan Soekarwo-Saifullah Yusuf dengan 26,44 suara.

Saat putaran kedua Pilgub Jatim 2018 yang digelar 4 November 2008, terjadi persaingan yang sangat sengit antara 2 pasangan calon yang bisa disebut samasama kuat tersebut. Hasil akhir dari putaran ke2 yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memenangkan pasangan KarSa atas pasangan KaJi dengan perolehan suara 7.729.944 (50,20 persen) dan 7.669.721 (48,80 persen). Khofifah menggugat ke MK dan berbuah keputusan putaran ketiga, yaitu pemungutan ulang di Sampang dan Bangkalan. Hasil akhirnya Karsa menang dengan 50,11 persen suara sementara Ka-Ji dengan 49,89 suara.

Pilgub Jatim 2013, diikuti empat pasangan peserta. Pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf meraup suara terbanyak perolehan suara pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2013. Pasangan nomor urut 1 ini mengungguli lawan terberatnya, Khofifah Indar Parawansah-Herman Sumawiredja dengan selisih 1.670.801 suara.

Pilgub Jatim 2013 dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2013 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2013–2018. Terdapat empat pasang kandidat yang bersaing dalam pemilihan umum ini.

Saat itu pasangan petahana Soekarwo/Saifullah Yusuf yang diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan 22 partai politik non-parlemen, dengan suara sebesar 8.195.816 (47,25%) sesuai dengan keputusan KPU Provinsi Jawa Timur pada 7 September 2013.

Bambang Dwi Hartono/Said Abdullah yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan memperoleh 2.200.069 suara (12,69 persen).

Khofifah Indar Parawansa/Herman Surjadi Sumawiredja yang diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 5 partai politik non-parlemen. Khofifah Herman, mendapatkan 6.525.015 suara (37,62 persen).

Pasangan Eggi Sudjana/Muhammad Sihat yang maju dari jalur independen, Pasangan nomor urut 2 Eggi Sudjana-M Sihat 422.932 suara (2,44 persen).

Akankah Khofifah akan bisa dikalahkan Gus Ipul untuk ketiga kalinya? Mari kita ikuti dan saksikan nanti di 12 Syawal 1439 Hijriyah atau Rabu Pon, 27 Juni 2018. (mnt)