Bos Narkoba DPO, Si Kurir Pasutri Ajukan Pledoi Bebas

Bos Narkoba DPO, Si Kurir Pasutri Ajukan Pledoi Bebas Pasutri tersangka pengedar narkoba M. Nisar Dan Melisa. (foto: slamet)

Kitanusantara - M.Nizar (22) dan Melisa (27) adalah pasutri yang terjerat menjadi perbudakan dari Bos narkoba yang hingga kini, masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kedua terdakwa kembali ke persidangan di ruang Candra, Pengadilan Negeri, Surabaya,guna menyampaikan pledoi pada Kamis,(11/1/2018).

Melalui penasehat hukumnya, Rudi Wadhesmara, dihadapan Sifausroshidin selaku Majelis Hakim sampaikan pledoi. Adapun yang di sampaikan, Nizar agar di hukum ringan sedangkan Melissa untuk di bebaskan dari tuntutan JPU, ucapnya.

Perlu di ketahui, kedua terdakwa sampai di meja hijau karena kedua terdakwa kerap kali melakukan transaksi jual beli narkoba di area bunderan Waru,Sidoarjo,namun kedua terdakwa tertangkap di belakang gedung DPRD,Sidoarjo, saat menyanggupi tugas dari Bos narkoba guna mengambil ikan ( bahasa sandi jaringan narkoba).

Di dalam warung area alun-alun Sidoarjo, M.Nizar bertransaksi dengan Zendy ( almarhum) karena berontak melakukan perlawanan ketika anggota Polrestabes,Surabaya, hendak menangkap transaksi yang melibatkan kedua terdakwa dan Melisa sedang menunggu di atas motor.

Dari hasil keterangan saksi, di persidangan, mengatakan, M.Nizar menyerahkan uang sebesar Rp.400.000, kepada Zendy untuk di tukar bungkusan lakban hitam yang berisi sabu seberat 12,30 gram lantas ketiganya menuju belakang gedung DPRD guna mengambil 15 poket narkotika jenis ekstasy sebanyak 1.424 butir.

Analisa tim kitanusantara.com, layakah seorang Melisa mengajukan pembelaan (pledoi) bebas dari tuntutan JPU? Dan keringanan hukuman badan bagi M.Nizar yang telah lama meracuni generasi bangsa?.           

Sidang tanggapan pledoi akan di sampaikan oleh Farkhan selaku JPU dari Kejari Perak,Surabaya, pada Rabu (17/1/2018) sepekan kedepan. (Slamet)