Politisi ex PSI dan PDIP Surabaya Gabung Nasdem

Politisi ex PSI dan PDIP Surabaya Gabung Nasdem Empat kader baru nasdem bersama ketua DPD Nasdem, Robert Simangunsong (foto : Aditya/ininusantara.com)

Mantan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Anugrah Ariyadi dan tiga mantan kader PSI (Gunawan, Pudji Andasari, dan Wendik Arifiyanto) memilih bergabung dengan Partai Nasdem, setelah mereka diberhentikan dari partai masing-masing. Penyerahan seragam dan KTA Nasdem ke empat orang itu dilakukan secara seremonial, Senin (8/3/2021) di kantor DPD Nasdem Surabaya.

Ketua DPD Nasdem Kota Surabaya Robert Simangunsong mengatakan, bergabungnya empat politisi kawakan Surabaya ini merupakan momen penting bagi Nasdem, untuk menyongsong kemenangan di Pemilu 2024 nanti. Mereka akan menjadi amunisi dan tenaga baru Nasdem Surabaya, untuk melawan partai-partai politik lainnya di Pileg.

"Saya berterima kasih, empat orang kader baru kami ini mau memilih Nasdem. Semoga ini menjadi momen kami untuk bisa lebih besar dan berkembang di Surabaya. Terlebih empat orang ini memiliki konstituen yang lumayan besar, sehingga bisa jadi suntikan kekuatan bagi kami," kata Robert.

Sementara itu, Anugrah Ariyadi yang sempat menjadi Timses Whisnu Sakti Buana mengaku terhormat bisa diterima dalam keluarga besar Nasdem Surabaya.

Setelah dipecat oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri karena berbeda haluan pada Pilkada Surabaya 2020 lalu. Ia memilih berlabuh ke Nasdem karena melihat partai besutan Surya Paloh itu memiliki visi besar dan program konsisten untuk terus menanjak. Maka dari itu, ia rela meninggalkan barisan Banteng Merah untuk merapat ke Nasdem.

"Saya sudah menimbang-nimbang kendaraan baru saya. Akhirnya memilih Nasdem. Karena saya melihat ada visi besar yang mereka miliki dan komitmen untuk bahu membahu menjadikan partai semakin besar," kata Anugrah.

Di tempat yang sama, Wendik Arifiyanto (Mantan Wakil Ketua DPD PSI Jawa Timur), Pudji Andasari (Mantan Ketua DPC PSI Kota Surabaya), dan Gunawan (Mantan pengurus DPD PSI Jatim), mengaku sudah bulat untuk meninggalkan partai PSI.

Mereka mengganggap visi PSI sudah tak sejalan dengan kader-kader lawasnya. Mereka juga merasa PSI mengeluarkan mereka tanpa alasan yang jelas.

Menurutnya, aturan pemberhentian mereka sebagai kader dianggap melanggar aturan partai, dengan mendukung Machfud Arifin-Mujiaman di Pilwali lalu.

"Ibarat rumah, kalau kita melihat rumah itu sudah tidak nyaman untuk kami ya kami harus pindah. Kami bertiga memiliki basis suara yang baik ketika Pileg lalu. Harapan kami bisa memberikan yang terbaik untuk Nasdem. Urusan PSI memberhentikan kami karena dianggap melanggar aturan, silakan ditanyakan saja. Karena kami juga tak pernah mendapat penjelasan, aturan partai mana yang kami langgar," katanya.

"Tujuan saya bergabung dengan partai Nasdem untuk membangun bangsa, dan yang paling penting tujuan dalam berpolitik adalah berjuang untuk membantu masyarakat," tutup mereka.