Warga Surabaya Bisa Berobat Gratis Mulai April 2021

Warga Surabaya Bisa Berobat Gratis Mulai April 2021 Wali kota Surabaya Eri Cahyadi saat mengunjungi kantor BPJS kesehatan (Foto : Humas Pemkot)

Pemkot Surabaya nantinya, akan mempermudah pelayanan kesehatan di Kota Surabaya. Bagi warga Surabaya yang memerlukan pelayanan kesehatan berbasis BPJS.

"Penerapannya, kita juga menunggu dari Pemkot Surabaya, yang jelas kemarin yang diminta oleh Pak Eri itu sesegera mungkin," ujar Kabid SDM Umum & Komunikasi Publik BPJS KC Surabaya, Achmad Zammanar Azam, Jumat (5/3/2021).

Target rencana peluncuran program ini diharapakan paling cepat pada April 2021. "Harapannya paling cepat April, mudah-mudahan 1 April. Kalau Pak Eri (Wali Kota Eri Cahyadi, red) ditarget PKS-nya (perjanjian kerjasama) selesai Maret," sambung Achmad.

Namun untuk pendataan, Azam sapaan akrabnya, mengatakan bila data merupakan kewenangan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. "Untuk saat ini penduduk yang didaftarkan adalah penduduk Surabaya, yang ber KTP Surabaya dan berdomisili di Surabaya," jelasnya.

Nantinya, masyarakat yang sudah terdata, akan secara otomatis ditanggung biaya kesehatannya oleh Pemkot Surabaya, dengan masuk pada level kelas tiga BPJS.

Seperti diketahui Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar rapat koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Selasa (2/3/2021). Pada pertemuan itu, ia didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Agus Imam Sonhaji.

Forum itu membahas mengenai optimalisasi pelayanan kesehatan bagi warga Kota Pahlawan. Dalam rapat koordinasi bersama dengan Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Surabaya, Besty Roeroe itu, ada beberapa poin yang dibahas oleh Wali Kota Eri Cahyadi, di antaranya yakni Pemkot Surabaya siap mengcover pembayaran BPJS warga apabila sudah non aktif ketika warga itu resign atau tidak lagi bekerja di perusahaan yang mengcover biaya BPJS.

Selain itu, apabila warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kemudian non aktif, maka orang nomor satu di Kota Surabaya ini siap mengcover secara otomatis tanpa jeda waktu.

Tidak hanya itu, apabila warga sebelumnya membayar BPJS secara mandiri kelas satu, kemudian tiba-tiba tidak sanggup membayar, maka otomatis bisa dimasukkan kelas tiga dan menjadi tanggung jawab pemkot pembayarannya.