Harga Cabai Diprediksi Turun Saat Ramadhan

Harga Cabai Diprediksi Turun Saat Ramadhan Ilustrasi

Kenaikan harga cabai di pasaran sampai saat ini masih berlanjut. Harga cabai yang kian melambung ini seringkali terjadi di musim hujan. Sebab di musim hujan banyak hasil produksi tanaman pokok sering kali mengalami penurunan bahkan hingga gagal panen, tak terkecuali tanaman cabai.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan, sentra produksi tanaman cabai di Kediri mengalami penurunan yang sangat signifikan ketimbang tahun sebelumnya.

Drajat mengungkapkan, hasil panen cabai sangat dipengaruhi faktor cuaca. Asupan air yang begitu banyak sebab guyuran hujan berakibat pada kerusakan tanaman cabai. Daun keriting, buah rontok, serangan lalat buah dan penyakit lainnya, terjadi di hampir di semua sentra produksi cabai di Jawa Timur.

“Kenaikan harga cabai ini murni karena alam, curah hujan yang tinggi dan turun lebih cepat dari perkiraan," lanjutnya.

Untuk daerah dataran rendah yang sering terjadi genangan air, akan dilakukan perbaikan saluran irigasi. Usaha ini demi hasil produksi cabai sesuai dengan prediksi pemerintah demi mencukupi konsumsi masyarakat.

Upaya yang akan dilakukan Pemprov Jatim untuk mengontrol harga cabai ini akan terus dilakukan. Koordinasi demi memonitoring cabai dengan pemerintah daerah akan dimasifkan sebagai upaya agar pengamanan panen cabai bisa berjalan dengan lancar.

Drajat memprediksi, harga cabai akan berangsur turun seiring berjalannnya waktu. Tapi ia mengestimasikan harga cabai sudah turun signifikan pada bulan Ramadhan sesuai dengan panen cabai yang diperkirakan dilakukan mulai minggu akhir di bulan Maret hingga April.

"Khususnya menjelang HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Ramadhan dan Idul Fitri 2021, ketersediaan aman serta harganya stabil. Konsentrasi kita sekarang adalah produksi berjalan sesuai rencana dan proses pendistribusian sampai pasar juga lancar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga rata-rata cabai rawit di tingkat Provinsi Jatim saat ini menyentuh angka Rp.110.176 per kilogram.