Pilgub Jatim 2018. Ini Dia, Puti Guntur Soekarnoputri Pendamping Gus Ipul

Pilgub Jatim 2018. Ini Dia, Puti Guntur Soekarnoputri Pendamping Gus Ipul Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri dampingi Gus Ipul di Pilgub Jawa Timur 2018. (foto: net)

Gantikan Mas Anas saat injury time pendaftaran cagub-cawagub Jatim 2018.

kitanusantara – Akhirnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menetapkan Puti Guntur Soekarnoputri sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Timur, mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Nama Puti diputuskan di detik-detik terakhir (injury time), Rabu (10/1/2018), hari terakhir pendaftaran pasangan calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Penetapan Puti adalah pengganti Abdullah Azwar Anas, setelah menyatakan mengundurkan diri sebagai bakal cawagub Jawa Timur, pada Sabtu (6/1/2018), dan mengembalikan surat mandat ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Jakarta.

Sosok wanita ayu ini lebih populer dengan nama Puti Guntur Soekarno atau Puti Paramathana. Nama lengkapnya, Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarnoputri. Puti adalah cucu Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Wanita kelahiran Jakarta pada 26 Juni 1971 ini, merupakan anak pasangan Guntur Soekarnoputra dan Henny Emilia Hendayani. Henny disebut memiliki keturunan kerajaan Galuh (tahun 669 M) dengan ibu kota di daerah Kawali, sekarang wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Di kalangan penghuni gedung DPR RI, nama Puti sudah tidak asing lagi. Karir politiknya berawal dari anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 dari daerah pemilihan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar di Jawa Barat.

Nama Puti tercatat juga menjadi juru bicara kampanye Pemilu Presiden tahun 2009 untuk pasangan calon Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto di wilayah Jawa Barat dan Bengkulu.

Terjunnya Puti dalam karir politik adalah sebuah proses. Dari sisi akademis, Puti menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (UI) yang pada akhirnya memperkaya wawasan politik. Dia memilih terjun ke politik karena merasa ada kesiapan secara eksternal dan internal. Secara internal keluarga mendukung dan mengerti. Dari hubungan eksternal, dia resmi ikut satu partai, PDI Perjuangan.

Selain itu alasan pendorong terjun di bidang ini, karena masih banyak yang harus diperbuat untuk bangsa ini. Puti sangat mengagumi kakeknya, Soekarno. Bagi Puti, pikiran Soekaro sangat relevan. Apa yang dikatakan baik sebagai negarawan atau seniman terjadi di era sekarang ini.

Wanita yang juga menjabat Wakil Ketua Yayasan Fatmawati dan Ketua Yayasan Wildan, serta pemegang saham PT. Chala Group ini, sempat masuk dalam daftar bakal calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan untuk Pilgub Jawa Barat 2018. (cb)