Pilgub Jatim 2018. Pasangan Khofifah Emil Dardak Jadi Pendaftar Pertama Pilgub di KPU Jatim

Pilgub Jatim 2018. Pasangan Khofifah Emil Dardak Jadi Pendaftar Pertama Pilgub di KPU Jatim Kemeriahan pasangan cagub cawagub Khofifah Emil saat mendaftarkan diri di KPU Jatim. (foto: net)

Ada Air Mata Haru Khofifah Iringi Pendaftaran  

Kitanusantara - Hari ini, Rabu (10/1/2018), merupakan hari terakhir dibukanya Pendaftaran calon gubernur Jatim Jalan Tenggilis No 1, Surabaya. Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) yang biasanya sepi, berubah menjadi lautan manusia.  

Sejak pukul 9.00, Kantor KPU Jatim dipadati massa dari berbagai elemen. Rabu ini, kabar kehadiran pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur jatim di KPU, menyedot perhatian masyarakat. Calon Gubernur Khofifah-wakil Gubernur Emil Dardak sendiri, datang sekira pukul 11.00.

Warga masyarakat sekitar, bahkan warga Jatim lainnya, tak mau melewatkan momen penting ini. Mereka datang, berbaur dengan massa pendukung atau kader partai pengusung Khofifah-Emil. Diantara mereka ada dari kalangan akademisi, mahasiswa, warga sekitar Jl Tenggilis Surabaya dan bahkan ada warga dari Pasuruan, Situbondo dan juga Madiun.

Diantara mereka ada yang ingin menyaksikan pengantar pasangan Khofifah Emil, yaitu Pak Dhe Karwo. Ya…. Gubernur Jatim. Sebab sebelumnya beredar khabar bahwa Soekarwo, Gubernur Jatim itu berjanji akan mengantarkan penerusnya, yaitu Khofifah Emil untuk mendaftarkan diri sebagai penggantinya.

Seperti yang diungkapkan lelaki bernama Yudi. Ia adalah pengurus Karang Taruna Jatim. Saat ditanya, Yudi mengatakan, “Selama ini Gubernur Jatim Pak Dhe Karwo sudah membangun kepercayaan masyarakat hingga pelosok RT/RW, bagi kami saat ini, merupakan sebuah momen berpindahnya tongkat estafet kepemimpinan Jatim dan diserahkan kesiapa.”

Lain itu, terlihat serombongan turun dari mobil Carry tua. Ternyata mereka jauh-jauh datang dari Turen Malang. “Saya bukan disuruh partai, tapi datang inisiatif sendiri melihat Bu Khofifah daftar, karena kami sejak 2008 lalu milih Bu Khofifah,” ujar Lutfi yang memakai sarung khas anak pondok.

Diperkirakan, suasana di kantor KPU Jatim yang padat itu, lantaran terdapat sekira 3000 orang lebih. Mereka yang berkumpul itu, untuk menyaksikan Khofifah Emil mendaftar. Massa tersebut berasal dari beragam golongan. Mulai dari simpatisan partai pendukung seperti Demokrat, PPP, PAN, Nasdem, Golkar dan Partai Hanura. Tampak juga para seniman dan budayawan, lalu Rombongan ibu-ibu Muslimat NU serta santri-santri pondok Pesantren Sidoresmo Surabaya.

Khofifah Indarparawansa datang didampingi istri Emil Elistianto Dardak, Arumi Bachin. Di samping kanan kiri, masyarakat memanggil-manggil nama Khofifah dan Arumi. Para santri itu berharap bisa berjabat tangan dengan calon Ibu Gubernur Pertama Jatim itu.

Tentu saja Khofifah dan Arumi tak bisa menjabat tangan semua yang hadir. Sebagai pengobat dan gantinya berjabat tangan, Khofifah, Arumi, melemparkan senyum sambil mengatan, terima kasih atas kehadiran dan dukungan mereka.

Saat di panggung, Khofifah disambut dengan Sholawat Badar seperti kaum ansor menyambut Nabi Muhammad saat hijrah ke Madinnah. Sementara itu Emil Dardak telah menunggu untuk menyampaikan orasi politik di depan ribuan massa pendukungnya yang akan mengantar untuk mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim siang ini.

Saat menyampaikan sambutan, Menteri Sosial menitikkan airmata karena teringat mendiang almarhum suaminya. “Terima kasih kepada saudara dan Sahara almarhum suami saya yang hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada kami Khofifah – Emil untuk maju di Pilgub Jatim,” tutur Khofifah.

Khofifah menyampaikan bahwa sebelum datang ke Ponpes Amanatul Ummah, dia menyempatkan diri untuk berziarah ke makam kedua orang tuanya yang berada tak jauh dari kediaman Khofifah.

Khofifah juga tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada Partai pengusung karena hal tersebut merupakan salah satu syarat pendaftaran ke KPU Jatim.

“Terima kasih kepada pimpinan partai yang telah bersama kami, beriringan bersama, bekerja untuk membangun  Jawa Timur yang adil dan Makmur,” ujar Khofifah.

“Rekomendasi pertama kami terima dari partai Demokrat. Pada waktu itu Ketua umum Partai Demokrasi Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan mandat dan amanat kepada kami,” kata Khofifah.

Rekom ke dua adalah dari partai Golkar yang pada saat itu diserahkan oleh Plt Partai Golkar Idrus Marham.

“Rekom ke tiga dari partai Nasdem. Selanjutnya, rekom dari Partai Hanura diberikan di Surabaya,” jelas Khofifah.

Kemudian Khofifah berturut turut mengatakan, rekomendasi berikutnya dari PPP, partai PKPI dan tadi malam, pasangan Khofifah-Emil kembali mendapat rekom dari Partai Amanat Nasional (PAN).(mnt)