Miminalisir Penolakan Vaksinasi Tahap Dua, Pemprov Jatim Gandeng Ormas dan Pelaku Usaha

Miminalisir Penolakan Vaksinasi Tahap Dua, Pemprov Jatim Gandeng Ormas dan Pelaku Usaha Wagub Emil Elestianto Dardak ketika menjalani vaksinasi tahap dua (Foto: Totok/ininusantara.com)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), melalui dinas kesehatan (dinkes) berencana menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pelaku usaha dalam program vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Pelibatan ini merupakan wujud konkrit pemerintah pada proses penyuntikan vaksin Sinovac.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim Vitria Dewi mengatakan, keterlibatan ormas dan pelaku usaha diprediksi dapat meminimalisir penolakan. Sehingga kepercayaan terhadap vaksinasi ini akan tumbuh di tengah masyarakat. "Kita bersyukur bahwa negara sudah memberikan layanan kesehatan untuk semua lapisan masyarakat dalam pemberian vaksin Covid-19," kata Vitria Dewi dalam sosialisasi vaksin secara virtual, Rabu (17/2/2021). 

Upaya sosialisasi terus dilakukan dinkes, dengan meyakinkan vaksinasi ini aman dan halal. Ia pun berharap keterlibatan ormas dan pelaku usaha dapat memberikan efek nyata yakni dengan informasi resmi tentang vaksin Covid-19 di lingkungan masing-masing.   

"Sasaran kegiatan sosialisasi hari ini adalah semua ormas dan para pelaku dunia usaha, karena mereka merupakan salah satu mitra dari kami," tuturnya.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Jatim Wahyuti Erie Prastiwi, mengungkapkan proses vaksinasi tahap kedua akan dilaksanakan awal Maret 2021. Adapun ormas dan pelaku usaha yang mengikuti sosialisasi, di antaranya Bank Jatim, PT Inka, pelaku usaha perhotelan, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Muslimat NU, Fatayat NU, forum CSR dan tim tracing dari perusahaan-perusahaan milik pemerintah maupun swasta di wilayah Jawa Timur.  "Ouput-nya, setelah sosialisasi ini tidak ada lagi penolakan dari lapisan masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19," katanya.