BUMDes Desa Wisata Jadi Solusi Angkat Perekonomian Masyarakat Pedesaan

BUMDes Desa Wisata Jadi Solusi Angkat Perekonomian Masyarakat Pedesaan Ilustrasi Desa Wisata

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam membangun dan mengelola potensi perekonomian sangat berpengaruh dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jatim Mohammad Yasin mengatakan, hal pertama yang dapat dilakukan masyarakat lokal adalah menggali seluruh potensi desa.

Masyarakat dapat memanfaatkan musyawarah bersama BUMDes untuk menjadi motor penggerak perekonomian di akar rumput. "Peran serta pemerintah dalam mengawal pembangunan desa wisata berbasis BUMDes ini sangat di penting. Namun, butuh pelatihan dan arahan dalam menggali potensi  dalam mengelola desanya," katanya, Senin (8/2/2021).

Menurut Yasin , salah satunya bisa melalui pengelolaan desa wisata. BUMDes dapat menggairahkan dan membangkitkan kembali desa wisata ini. Gubernur Khofifah Indar Parawansa bahkan telah melakukan safari ke beberapa desa wisata dengan memberikan bantuan stimulan Rp 50 juta.

"Alhamdulillah sudah mulai jalan, biasanya orang-orang wisatanya memilih luar negeri, namun sejak pandemi akhirnya beralih ke wisata yang dekat dan relatif aman yaitu wisata desa. Ini terbukti wisata desa banyak dikunjungi oleh masyarakat lokal," kata Yasin.

Yasin melanjutkan, pada 2021 Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan masing-masing sebesar Rp 75 juta untuk 200 BUMDes. Dana ini sebagai stimulus perekonomi desa wisata. "Contohnya wisata desa di daerah Bojonegoro dan di Kabupaten Gresik ada Lontar Sewu. Di kedua desa wisata yang dikelola BUMDes setempat, di tengah pandemi kemarin mampu meraup pendapatan Rp 2,7 miliar. Sedangkan di Sekapuk bisa mencapai Rp 8 milliar lebih. ini bisa memberikan keuntungan bagi warga masyarakat yang investasi di desanya, " kata Yasin.