Giliran Nakes Lansia Kota Surabaya Jalani Vaksinasi Covid-19

Giliran Nakes Lansia Kota Surabaya Jalani Vaksinasi Covid-19 Salah satu nakes lansia Kota Surabaya menjalani vaksinasi Covid-19 (foto : aditya/ininusantara.com)

Sebanyak 1.500 tenaga kesehatan lanjut usia (nakes lansia) di Kota Surabaya dijadwalkan mengikuti vaksinasi Covid-19. Program ini mulai dijalankan Senin (8/2/2021) di beberapa rumah sakit yang ditunjuk. Seperti RS Premiere, RS Husada Utama (RSHU), dan RS Putri.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengungkapkan, dari jumlah nakes lansia yang terverifikasi, skrining akan terus dilakukan. ”Kalau ada yang nggak bisa, mungkin masih ada yang tugas dan mungkin masih ada yg mengajar akan ditunda hari lain. Prosesnya sama. Tapi karena faktor usia, agak lebih diawasi,” tutur pejabat yang akrab disapa Febri tersebut.

Di RSHU misalnya, terdapat 12 nakes lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19. Direktur Utama RSHU dr Didi Dewanto mengatakan, nakes yang divaksin awal didata dari yang tidak memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid).

”Mereka tidak memiliki riwayat sakit berat seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Lansia di atas 60 tahun, paling tua usia 84 tahun,” papar Didi.

Dia menjelaskan, tidak ada perbedaan dengan teknis vaksinasi sebelumnya. Hanya saja, proses skrining nakes lansia lebih diperketat. ”Sistem injeksinya sama. Cuma lebih diperketat karena faktor usia. Pemantauan terus dilaksanakan. Semua calon penerima vaksin diimbau 1–2 hari menjaga diri dan jaga kondisi,” ujar Didi.

Ia memaparkan, jumlah keseluruhan nakes lansia RSHU yang akan divaksinasi sebanyak 20 orang. Sisa nakes yang tidak divaksin hari ini akan dilakukan esok atau Rabu (10/2/2021).

Beberapa nakes memang berharap mendapat giliran divaksin. Mereka ingin menunjukkan pada khalayak bahwa vaksinasi merupakan upaya terbaik saat ini bersama disiplin protokol kesehatan (prokes).

Seperti yang diungkap dokter ortopedi Bambang Priyambodo. Ia mengaku ingin mendapatkan vaksin sejak lama. "Saya ingin dari lama. Meski vaksin bukan segalanya, tetapi tetap penting untuk proteksi,” tutur Guru Besar Kedokteran FK Unair yang sudah berusia 72 tahun tersebut.

Nada serupa juga diungkapkan Leonita Anni. Dia mengaku gembirasaat diberikan injeksi vaksin dan tidak merasakan sakit. ”Harapannya pandemi Covid-19 segera berakhir, bisa kembali seperti semula. Persiapan diri nggak ada memang saya sudah niat ada vaksinasi ikut. Soalnya dulu dibatasi sampai 59 tahun. Setelah bisa, saya ikut karena nggak ada komorbid,” sebutnya.