Jatim Dorong Kerjasama Cable Car dengan Kolombia

Jatim Dorong Kerjasama Cable Car dengan Kolombia Wagub Emil saat menerima kunjungan kerja Dubes RI untuk Kolumbia. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berupaya meningkatkan kerja sama baik di bidang perdagangan, investasi maupun transportasi antara Jatim dengan Kolombia. Salah satu upaya kerja sama Jatim dan Kolombia ini terkait pengembangan transportasi cable car, yang rencananya akan dikembangkan di daerah pegunungan di Jatim.

Menurut Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistanto Dardak, kerja sama pengembangan cable car ini sangat potensial dilakukan di Jatim, mengingat kebutuhan masyarakat adanya cable car ini sangat tinggi. Jadi adanya cable car ini nantinya diharapkan mampu menunjang perekonomian masyarakat di pegunungan.

“Jadi di Kolombia ini banyak cable car yang dipasang di daerah pegunungan Andes, salah satunya di Medelline. Kita melihat potensi masyarakat menginginkan adanya cable car di daerah-daerah pegunungan di Jatim ini tinggi. Jadi kita ingin agar pengembangan cable car seperti yang ada di Medelline bisa menjadi salah satu upaya pengentasan kemiskinan masyarakat di pegunungan ini bisa kita ikuti,” kata Emil saat menerima kunjungan kerja Dubes RI untuk Kolumbia di Ruang Kerja Wagub, Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Rabu (27/1/2021).

Emil mengatakan, dalam hal cable car ini, secara teknologi PT. INKA di Madiun sebenarnya telah mampu memproduksi gerbongnya. Namun, sinergi kerja sama dengan Kolombia ini tidak hanya sekadar teknologi, tapi juga bidang manajemen dan pemberdayaan masyarakatnya.

Menurutnya, Kolombia adalah salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin. Untuk itu, dirinya berharap makin banyak kerja sama yang bisa didorong antara Jawa Timur dengan Kolombia, apalagi Jatim adalah provinsi industri. 

“Jadi kita tentunya juga terbuka apabila ada bahan baku, terutama bahan baku industri yang bisa kita peroleh dari Kolombia. Walaupun sebenarnya juga masih banyak produk kita yang berpotensi ke sana. Nanti Pak Dubes bisa menjelaskan seperti pupuk, farmasi itu juga masih potensial di sana,” terangnya.

Tidak hanya itu, dari sisi pendidikan dan budaya, telah banyak praktik-praktik kebijakan publik pemerintah daerah yang bagus di Kolombia, yang bisa menjadi bahan rujukan di kampus ternama seperti Harvard University dll.

Lebih lanjut, menurut Emil, dalam jangka pendek ini dirinya ingin mendorong potensi ekspor Jatim ke Kolombia terutama produk-produk yang dibutuhkan untuk tenaga medis seperti APD dll. Tentunya selama kebutuhan dalam negeri telah tercukupi. Hal ini dikarenakan Jawa Timur sudah bisa meningkatkan produksi alat kesehatan seperti APD sangat signifikan.

Sementara itu, Dubes RI untuk Kolombia, Priyo Iswanto mengatakan, dari kunjungan ini dirinya berharap Jatim menjadi salah satu provinsi yang memelopori kerja sama terutama di bidang ekonomi perdagangan dengan Kolombia. “Kami akan mensinergikan informasi potensi yang bisa kita proyeksikan di Kolombia dan sebaliknya. Kita mengupayakan kedekatan baik melalui Pemerintah Daerah maupun Pemerintah pusat kedua negara,” katanya.

Menurutnya, tahun lalu merupakan peringatan 40 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dan kepala pemerintah kedua negara bersepakat untuk meningkatkan kerja sama pada level yang lebih luas dan lebih konkret.