Pemilik Angkringan Legendaris Cak Mis Keluhkan Penutupan Jalan Darmo

Pemilik Angkringan Legendaris Cak Mis Keluhkan Penutupan Jalan Darmo Angkringan Cak Mis Jalan Darmo (Foto: Totok/ininusantara.com)

Penutupan Jalan Darmo sebagai dampak Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Surabaya dikeluhkan banyak orang, khususnya para pedagang kaki lima yang nangkring di area tersebut, tak terkecuali pemilik angkringan legendaris di Surabaya, Cak Mis.

Ia mengeluhkan penutupan Jalan darmo ini lantaran ia menilai sangat tidak efektif dalam memutus penyebaran Covid-19, malah hanya membuat masyarakat yang ingin datang ke warungnya kesusahan, karena harus putar arah melewati jalan lain.

"Percuma nutup jalan raya, masak buat jalan corona, kan tidak mungkin. Kasihan orang cari sandang pangan, kasian kalau ditutup. Banyak orang mengeluh, ngomel semua orang sini. Tidak efektif, ditutup juga tidak efektif. Lihat tidak ada hasilnya," kata Cak Mis kepada ininusantara.com, Sabtu (23/1/2021).

Selain itu, Cak Mis menuturkan, bahwa masih banyak pelanggan yang tetap mampir di angkringannya, kendati tidak seramai biasanya. Ia pun mengaku pusing karena pendapatannya kali ini turun sangat drastis dibanding sebelum dilakukan penutupan Jalan Darmo, Dari hitungannya, pendapatannya menurun hingga 75 persen.

"Kalau pelanggan sih tetap ada pelanggan, tapi orang-orang itu kan muter-muter. Ya separuh Lebih lah kita, paling (hasilnya) seperempat daripada hari-hari biasa," keluhnya.

Untuk menyiasati agar penghasilannya tak merosot tajam, Cak Mis harus berjualan lebih awal ketimbang sebelumnya. Dari yang biasa buka sorem sekitar pukul 16.00 WIB, kini angkringannya dibuka mulai pukul 11.00 WIB, dan tutup pukul 22.00 WIB.

"Saya undur mas, jam 11 siang. Gimana kalau seperti ini, musim hujan, kan sakno seng gawe jajan. Ini jajannya orang melarat semua, kan jadi kasihan aku," ungkap Cak Mis.

Meski demikian, ia mengaku sampai saat ini masih menjadi pedagang yang patuh terhadap peraturan pemerintah. Sebab inilah, angkringannya belum pernah diobrak oleh petugas Satpol PP. "Belum pernah (diobrak), cuma dikasih tau tutup jam sekian aja. Gimana lagi, ini aturan," ujarnya.