Mediasi Konflik Rumah Pencucian Sarang Walet di Kertajaya Buntu

Mediasi Konflik Rumah Pencucian Sarang Walet di Kertajaya Buntu Tim kuasa hukum tergugat Bing Hariyanto (foto : Aditya / ininusantara.com)

Mediasi konflik warga dengan pemilik usaha pencucian sarang burung walet di Kertajaya Indah II kembali menemui jalan buntu.

Sebelumnya, mediasi yang difasilitasi oleh Satpol PP Kota Surabaya ini adalah upaya musyawarah damai ini sudah tiga kali dihadirkan dalam rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya.

Kepala Satpol-PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, sebagai mediator menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan mediasi atas rujukan DPRD Kota Surabaya. Rencananya, hasil dari upaya ini akan dilaporkan kembali ke DPRD Surabaya.

Menurut Eddy, Satpol PP sudah melakukan mediasi sebanyak empat kali, sudah kita pelajari dan tidak bisa disangkal bahwa usaha pencucian sarang burung walet milik Bing Hariyanto sudah memiliki perizinan yang lengkap. Namun disatu sisi, Agus Hartono pemilik rumah di sebelah tempat usaha itu merasa keberatan terkait dengan usaha tersebut. Sampai mediasi yang keempat ini belum mencapai kemufakatan,” kata Eddy di ruang kerjanya, Kamis (21/1/21).

Tugas Satpol PP menurut Eddy adalah menegakkan pelaksaanaan Peraturan Daerah (Perda). Dan ketika Perda terkait perizinan usaha sudah dilaksanakan, maka semua harus tunduk terhadap Perda tersebut. Tapi di satu sisi ada warga yang mengadu merasa terganggu dengan kegiatan usaha tersebut. Satpol PP tidak bisa menentukan yang ini benar atau ini salah. Yang bisa menentukan adalah pengadilan karena masing-masing punya argumen dan  merasa benar.

"Maka dari itu, pada rapat hari ini kami merekomendasikan dan memberi kewenangan sepenuhnya kepada pengadu dan teradu untuk menyelesaikan dengan proses yang lain,” tegas Eddy.

Untuk hal ini, Eddy mengaku Satpol PP siap jika dihadirkan sebagai saksi. Setelah ini, menurut Eddy, Satpol PP akan melaporkan secara tertulis kepada DPRD, terkait langkah-langkah yang sudah dilakukan beserta hasil mediasi.

Ditanya semisal DPRD sesuai janjinya akan memberikan rekomendasi kepada Pemkot Surabaya, Eddy menyatakan akan mempelajari dan mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya dalam rangka menyelesaikan masalah ini. 

"Intinya kami ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan sebaik-baiknya, karena bagaimanapun juga mereka adalah tetangga dan mungkin sepanjang hidup mereka akan selalu berdampingan," katanya.

Sementara Abu Abdul Hadi selalu kuasa hukum Agus Hartono sebagai pengadu, mengatakan bahwa kliennya tetap berharap ingin kawasan Perumahan Kertajaya Indah II Blok F dikembalikan seperti semula, yakni rumah tinggal yang aman dan nyaman, bukan untuk industri.

Terkait perizinan yang sudah keluar, Abu mengatakan bahwa Agus Hartono tetap menghormati pihak teradu, yakni Bing Hariyanto.

”Untuk benar dan tidaknya proses perizinan, kita tidak berhak memberikan komentar apa pun karena bukan ranah kita. Kita serahkan penilaiannya kepada pemerintah kota, DPRD selaku fungsi pengawas, dan pengadilan nantinya,” katanya.

Untuk jalur lain yang akan ditempuh, Abu mengaku siap untuk mendampingi sepanjang untuk kepentingan kliennya yang membutuhkan tempat tinggal yang nyaman.

Menanggapi hal ini, dalam mediasi tersebut, Bing Hariyanto merasa ada yang aneh. Pasalnya hanya usahanya yang dilaporkan. Padahal banyak usaha-usaha seperti ini di tempat lain namun tidak dipersoalkan.

Namun, Abu menjelaskan bahwa bukan ranahnya untuk melaporkan usaha di tempat lain. "Itu kan ranahnya pemerintah kota,” jelasnya.

Abu kembali menjelaskan bahwa sebenarnya pengadu bukan hanya kliennya, tapi ada beberapa warga dan disetujui oleh pihak RT melalui stempelnya pada 18 September 2020.

Dalam hearing pertama pada 12 Desember 2020 lalu, bagian hukum pemkot Surabaya sempat memberikan apresiasi terhadap kliennya karena merasa terbantu dalam upaya mengontrol segala jenis usaha yang ada di Surabaya.

Abu berharap kebijaksanaan Dewan selaku wakil rakyat yang menampung aspirasi dan keluh kesah rakyat. "Kalau nanti mengeluarkan rekomendasi agar menjadi yang terbaik untuk seluruh warga Perumahan Kertajaya Indah II.

Disisi yang lain, Bing Hariyanto melalui kuasa hukumnya James Lumbangaol menghormati Agus Hartono sebagai pengadu yang bersikukuh menginginkan usaha kliennya pindah.

”Itu hak mereka, namun dari klien kami tetap memberikan suatu informasi bahwa beliau sudah mendapatkan izin atau legalitas usahanya dari pemerintah dan dilindungi Undang-Undang,” katanya.

Terkait keputusan terakhir Satpol PP yang kembali mempersilakan kepada pengadu dan teradu untuk menempuh jalur lain, James mengaku siap mengikuti semua langkah yang akan ditempuh pengadu karena merasa kliennya sudah berjalan sesuai regulasi, baik Perda maupun Perwali. 

"Tidak jadi masalah, kami siap menghadapi kalau memang lawan klien kami tetap seperti itu. Bagaimanapun sebagai manusia yang namanya tetangga harus bisa saling menerima. Karena kita bertetangga bukan hari ini saja tapi bisa jadi untuk selamanya,” tandasnya.