Kasus Benih Lobster, Giliran Bupati Kaur Dipanggil KPK

Kasus Benih Lobster, Giliran Bupati Kaur Dipanggil KPK  Ali Fikri (Foto:Istimewa)

Untuk mengembangkan kasus suap izin ekspor benih lobster (benur), yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Kaur, Bengkulu, periode 2016-2021, Gusril Pausi sebagai saksi.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SJT (Suharjito)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Pemanggilan Gusril belum diketahui pasti keterkaitannya dalam perkara ini. Sementara penyidik telah mendalami dugaan pemberian uang dari perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benur kepada Edhy, dan Hal ini merupakan salah satu materi yang didalami penyidik kepada Suharjito yang menjabat Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) selaku tersangka pemberi suap saat diperiksa pada Kamis lalu (7/1/2021).

KPK telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka. Yaitu Edhy Prabowo, Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Andreau Pribadi Misata (APM) selaku Stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan yang juga Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence). Selanjutnya, Siswadi (SWD) selaku pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Edhy, Amiril Mukminin (AM) selaku swasta, dan Suharjito (SJT)