Penetapan Hasil Pilkada Surabaya 2020 Bisa Menunggu Keputusan MK

Penetapan Hasil Pilkada Surabaya 2020 Bisa Menunggu Keputusan MK Ilustrasi Pilkada Surabaya 2020 antara Machfud Arifin-Mujiaman melawan Eri Cahyadi-Armuji. (Foto: Istimewa)

Rekapitulasi hasil penghitungan suara (RHPS) Pilkada 2020 di Kota Surabaya, memang belum tuntas hingga Kamis (17/12/2020) siang ini. Namun KPU Kota Surabaya sudah menyatakan, penetapan Wali Kota dan wakil Wali Kota terpilih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini diatur dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2020 tentang Tahapan, Program, Jadwal Pilkada 2020. “KPU belum bisa menentukan tanggal pastinya karena proses itu tergantung pada MK,” terang Komisioner KPU Kota Surabaya Subairi.

Dilansir dari LKBN Antara, Subairi menjelaskan, sebelum menetapkan calon yang terpilih, ada satu tahapan yang harus dilalui, yaitu rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara (RPHS) di tingkat kota yang sesuai jadwal hari ini terakhir.

Langkah selanjutnya, hasil rekapitulasi itu dibahas dalam rapat pleno terbuka. Untuk memastikan tahapan telah berjalan lancar, lanjut dia, ketika ada pihak yang tidak puas, dituangkan pada formulir D Keberatan Kota.

Jika ada, KPU dalam posisi pasif sambil menunggu keputusan dari MK. Karena paslon (pasangan calon) yang mengajukan ketidakpuasan, memiliki waktu maksimal lima hari untuk mengajukan gugatan ke MK. Selanjutnya, MK merekap berapa gugatan pilkada yang masuk dan kemudian mengumumkan kepada KPU. "Pengumuman itu ada pada Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK)," katanya.

Sedangkan bagi wilayah yang tercantum pada BRPK, penetapan kepala daerah dipastikan tertunda karena salah satu paslon mengajukan perselisihan di MK. "Butuh waktu untuk sidang sengketa," katanya.

Sedangkan, bagi daerah yang tidak ada perselisihan, KPU bisa menindaklanjuti yaitu dengan mengajukan prosesi pelantikan ke Gubernur Jatim. Sumpah jabatan kepala daerah baru itu digelar bertepatan dengan akhir jabatan wali kota saat ini selesai. Untuk Kota Surabaya, pelantikan digelar Februari 2021.