Pleno KPU Tunda Hasil Penetapan Rekapitulasi Pilkada Surabaya 2020

Pleno KPU Tunda Hasil Penetapan Rekapitulasi Pilkada Surabaya 2020 Rapat pleno hasil rekapitulasi Pilwali Surabaya 2020 oleh KPU (foto : istimewa )

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menunda penetapan hasil rekapitulasi suara dalam Pilwali Surabaya 2020. KPU memandang perlu pencermatan dan pencocokan tabulasi Excel dengan sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) KPU yang menargetkan rekap rampung dalam dua hari ternyata harus melanjutkan pleno di hari ketiga.

Sebenarnya proses rekapitulasi 31 kecamatan sudah selesai dilakukan. Rapat harus dipending sekitar pukul 22.30 hingga Kamis (17/12/2020) siang. " Pleno di-break untuk pencermatan Excel dengan Sirekap dan semua harus tahu bahwa pleno masih belum ditutup," kata Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi.

Menurutnya, tabulasi melalui Excel sudah diikuti semuanya, tinggal menunggu pihak KPU untuk melakukan validasi, sinkronisasi antara Excel dengan Sirekap sesuai dengan amanat PKPU.

Meski demikian, penundaan hasil Pilkada Surabaya tidak melanggar aturan karena berdasar PKPU 5 Tahun 2020 yang mengatur jadwal rekapitulasi tingkat kabupaten dan kota dilakukan mulai tanggal 13 hingga 17 Desember 2020.

"Dengan kondisi sudah tengah malam dan kita laksanakan rekapitulasi di tengah pandemi, kita putuskan break agar semuanya dalam kondisi sehat dan tidak lelah," ujar Syamsi.

Ia meyatakan, terkait Sirekap pihaknya bakal mencermati tujuannya agar tabulasi rekapitulasi dan Sirekap tidak ada masalah. "Tentu karena PKPU mengamanatkan dua hal Excel dengan Sirekap, maka kita penuhi," tambahnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan Soeprayitno mengatakan, keputusan melakukan pending di hari kedua itu sudah merupakan kesepakatan forum. "Artinya break itu bukan kehendak KPU, tapi merupakan keputusan pleno, itu yang harus kita junjung tinggi dan kita kedepankan," tutup Soeprayitno.