PTM SMP di Surabaya Menunggu Hasil Tracing Satgas Covid-19

PTM SMP di Surabaya Menunggu Hasil Tracing Satgas Covid-19 Persiapan PTM di 17 SMP di Kota Surabaya dilakukan menyeluruh. Termasuk menyemprotkan disinfektan di ruangan kelas. (FOTO: Istimewa)

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengkaji ulang rencana pelajaran tatap muka (PTM)yang rencananya dilakukan dalam waktu dekat. Kebijakan ini menyusul keluarnya hasil tes swab 39 siswa SMP yang dinyatakan positif Covid-19.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya kini tengah melakukan tracing terhadap kontak erat 36 siswa tersebut. “Kalau terpapar dari mana, kami belum bisa menyimpulkan. Tim tracing perlu mendalami aktivitas mereka selama 14 hari terakhir sebelum tes swab yang dilakukan pada Rabu (25/11/2020),” terangnya, Selasa (1/12/2020).

Tracing menjadi kunci untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena langkah itu bisa menemukan siapa saja yang pernah kontak dengan suspect siswa yang positif covid. “Keluarganya juga akan dilakukan tes juga. Karena kontak eratnya dari siswa yang positif ini,” terang Febri.

Jika proses isolasi dilakukan, pemkot bakal memperhatikan hasil assesment. Semua dinilai, apakah isolasi sekaligus belajar di rumah bagi siswa memungkinkan dilakukan. “Jika tidak memungkinkan akan dibawa ke Asrama Haji,” sambungnya.

Febri berpesan, agar seluruh pihak dapat menyadari jika Covid-19 bukanlah aib. Meskipun tetap harus dihindari segala potensi penyebarannya. Termasuk dalam penerapan protokol kesehatan. Sebelumnya, Pemkot berencana menggelar PTM di 17 SMP menjadi pilot project. Karena itu, ribuan pelajar dari 17 SMP diwajibkan mengikuti tes swab. Dari 3.627 pelajar yang dites, ditemukan 36 di antaranya terpapar Covid-19.