MAJU Siapkan Program Andalan Gerakkan Roda Ekonomi Surabaya

MAJU Siapkan Program Andalan Gerakkan Roda Ekonomi Surabaya Cawawali Surabaya Mujiaman Sukirno bersama Ajeng Wira Wati menyambangi warga Sidodadi.

Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Mujiaman Sukirno datang menyapa warga Sidodadi didampngi wakil ketua komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati dalam rangkaian Giat Karnaval, Senin (30/11/2020). Dalam acara ini, Mujiaman menyampaikan 9 program andalannya yang pro-rakyat.

Salah satunya terkait dengan revitalisasi pasar tradisional. "Banyak pasar tradisional yang berada di Surabaya tidak layak karena salah dalam pengelolaannya. Dampaknya, banyak pasar tradisional mati suri," kata Mujiaman.

"PD Pasar Surya punya aset Rp 1,5 triliun, anehnya terus mengalami kerugian berarti ada kesalahan dalam pengelolaannya," ujarnya.

Guna membangkitkan kembali pasar-pasar tradisional tersebut, Mujiaman bersama dengan MA memiliki program unggulan yang diberi nama PRASASTI (Program Pasar Berdaya dan Koperasi Berbasis IT). Program ini meliputi revitalisasi pasar tradisional, menyediakan kawasan khusus untuk PKL, dan mengembangkan manajemen koperasi secara moderen.

Mantan Dirut PDAM Swasembada ini juga mendukung penuh kebangkitan Pasar Tunjungan dan Pasar Turi sebagai ikon Kota Surabaya dan sebagai penggerak roda perekonomian, serta THR sebagai ikon kebudayaan dan seni serta kreativitas untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Ketua RW 3 Sidodadi, Hadi bepesan kepada Mujiaman agar senantiasa memperhatikan usulan dan aspirasi warga yang telah disampaikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrembang). Hadi yakin MA-Mujiaman jika kelak menjabat akan bisa membawa Surabaya ke depannya lebih maju.

Dia juga meyakinkan seluruh warga Sidodadi agar mendukung MAJU pada coblosan 9 Desember nanti.

Ajeng Wira Wati sendir mengungkapkan rasa keprihatinannya akan kondisi perekonomian di masa pandem. "Dampak pandemi Covid-19 ini sungguh luar biasa, MBR dan warga miskin terdampak menjadi lebih banyak. Sedangkan bantuan tidak merata dan banyak yang tidak tepat sasaran," ujar Ajeng.

"Pengangguran juga semakin meningkat, saya meyakini jalan keluar dari keterpurukan warga Surabaya pada MA-Mujiaman dengan seluruh programnya yang pro-rakyat," tandasnya.