Tak Sejalan Dengan DPP, Kader PSI Beri Dukungan ke Machfud Arifin

Tak Sejalan Dengan DPP, Kader PSI Beri Dukungan ke Machfud Arifin Calon Walikota surabaya Machfud Arifin bersama Aliansi Solidaritas MAJU. (Foto : Aditya/Ininusantara.com)

Gelombang dukungan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman terus berdatangan. Bukan hanya dari partai koalisi saja, namun juga berasal dari partai pendukung Eri Cahyadi-Armuji yakni PSI. Dukungan keapda MAJU itu disampaikan langsung oleh kader PSI yang juga Mantan Wakil Ketua DPW PSI Jawa Timur Wendik Alfianto, Mantan Ketua DPD PSI Surabaya Edwin Wijaya  dan Puji Andasari, Mantan Sekretaris DPD PSI Surabaya  Wardah, dan Mantan ketua DPC Wonokromo Andiek Eko.

Para kader PSI ini menamakan dirinya Aliansi Solidaritas MAJU. Deklarasi dukungan mereka langsung disampaikan di hadapan Machfud Arifin di Hotel Mercure.

Edwin mengatakan, dukungankader PSI kepada MAJU memang tak sejalan dengan keputusan DPP PSI yang mendukung Er-Ji. Namun mereka memiliki alasan sendiri untuk membelot. Sebab baginya sosok MA cocok memimpin Surabaya. Menurutnya, MA bisa membawa Surabaya jadi kota yang lebih baik.

"Inilah bentuk kepekaan kami terhadap pak Machfud Arifin. Kami secara sukarela dan tanpa paksaan untuk mendukung pak MA. Kita memang beda daripada kawan-kawan kita yang ada di seberang sana," kata Wendi.

Menurut Edwin, keputusan mendukung MA oleh para kader PSI ini dilatarbelakangi track record MA yang selama ini terhitung sangat apik. Apalagi ketika menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, MA membawa perubahan yang nyata. Begitupula ketika MA diberi amanah sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. MA berhasil mengantarkan Jokowi-Amin menang telak di Jawa Timur dan Surabaya.

"Sosok MA ini adalah sosok pemimpin idaman. Jiwa kepemimpinannya sudah tidak perlu diragukan lagi," katanya.

Usut punya usut, Wendi mengatakan bawha sebenarnya banyak dari kader aktif PSI di Surabaya yang ingin mendukung MA-Mujiaman.  Tetapi karena DPP PSI mengeluarkan surat larangan dukungan kepada MA serta adanya sanksi pemecatan, apalagi ancaman, sehingga sebagaian menarik dukungan dari MA.

Sementara itu, di tempat yang sama Machfud Arifin sangat mengapresiasi adanya pemberian dukungan dari kader PSI kepada pasangan MAJU. Menurutnya beda dukungan antara DPP dan kader di bawah adalah hal yang biasa di era demokrasi.

Karena ada informasi kader PSI yang mendukung MAJU akan dipecat, Machfud Arifin meminta mereka untuk tidak takut dengan hal tersebut. Sebab pilihan politik adalah pilihan pribadi yang dilindungi Undang-undang.

"Saya mengpresiasi kedatangan bro dan sis untuk mendeklarasikan dukungannya terhadap saya. Juru bicara tim pemenangan kami Pak Gunawan juga dari PSI. Ini yang dinamakan demokrasi bebas untuk menentukan pilihan. Jangan takut kalau diancam, sekarang bukan zamannya seperti itu. Arek Suroboyo tidak pernah takut meski diancam," katanya.