Warga Tionghoa Bersatu Dukung MAJU

Warga Tionghoa Bersatu Dukung MAJU Machfud Arifin Calon Walikota Surabaya menyapa Warga Tionghoa (Foto: aditya ininusantra.com)

Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin menemui warga kota Surabaya yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Tioghoa Surabaya, Selasa (27/10/2020) malam di Hotel Mercure Surabaya. Hadir dalam pertemuan ini adalah koordinator Komunitas Tionghoa Surabaya Timur Suwandi, Juru bicara lintas agama tim pemenangan MAJU, Gunawan.

Acara silahturahmi lintas agama ini disambut antusiasme warga Tionghoa yang hadir. Jalannya pertemuan pun tampak cair. Calon Wali Kota nomor urut 2 Machfud Arifin pun terlihat sumringah selama acara berlangsung.  

"Baru kali ini warga Tionghoa dihargai dan diizinkan untuk bertemu dan bertatap muka dengan calon wali kota pilihan kami. Hal ini membuat kami sangat optimistis kalau nantinya Pak MA akan terpilih sebaga the next Wali Kota Surabaya. Akan kami sampaikan kepada warga Tionghoa lainnya yang berada di Surabaya," kata Suwandi.

Banyak bahasan masalah yang disampaikan dalam acara silahturahmi ini, salah satunya soal keluhan surat ijo yang tak kunjung usai seperti yang dialami banyak pemegang surat ijo di Surabaya lainnya.

"Kata siapa tionghoa tidak butuh rumahnya yang statusnya surat ijo menjadi SHM. Jangan dikira warga Tionghoa itu kaya-kaya, masih banyak juga yang tidak kaya, kita keberatan juga kalau sudah bayar PBB masih diharuskan bayar retribusi." kata Suwandi.

Menaggapi hal itu, MA berjanji akan menuntaskan masalah yang banyak dikeluhkan warga.

"Setiap saya menghadiri silaturahmi dan giat sambang warga, keluhannya masih sama, kalau nggak surat ijo ya soal pembangunan yang sangat tidak merata. Semua masalah itu akan saya tuntaskan dengan Pak Mujiaman, asal tanggal 9 Desember coblos nomor 2," seru MA. diiringi tempuk tangan para undangan yang hadir.

"Untuk awalnya kalau saya terpilih menjadi wali kota baru, saya akan membawa Surabaya to the next level, hal pertama yang saya lakukan adalah membebaskan biaya retribusi surat ijo 2021." imbuh MA. Sedangkan untuk keresahan warga Surabaya lainnya juga dibahas tuntas di dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, MA juga memaparkan visinya untuk membawa Surabaya to the next level. "Kita harus berbenah, ini Surabaya masa masih ada warganya yang tidur dan masak di kuburan, masih ada juga orang yang buang hajat di sungai karena tidak mempunyai jamban. Apakah ini yang dinamakan kebaikan, apakah kita akan meneruskan kebaikan, Surabaya kita harus berubah, menang...menang...menang...yes! pekik MA yang disambut tepuk tangan para undangan.