M. Sholeh Gugat Dinkes Surabaya ke Pengadilan

M. Sholeh Gugat Dinkes Surabaya ke Pengadilan (Foto:istimewa/ininusantara.com)

Pengacara M Sholeh menggugat Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Surabaya ke pengadilan hari ini, Selasa (27/10/2020). Gugatan ini terkait penolakan pengajuan surat rekomendasi pasien meninggal positif Covid-19.

"Sampai hari ini, tidak ada konfirmasi dari pihak Dinkes Pemerintah Kota, Insya Allah kita hari ini akan mengajukan (gugatan) ke pengadilan," kata Sholeh kepada ininusantara.com.

Sholeh mengatakan, permasalahan ini merupakan kasus serius yang dilakukan Dinkes Surabaya. Pasalnya tak sedikit keluarga korban yang tidak bisa mengajukan santunan Covid-19 ke dinas sosial hanya gara-gara tidak mendapatkan rekomendasi dari dinkes.

Sholeh mengatakan, jalur hukum ini ditempuh karena Dinkes Kota Surabaya dinilai tidak punya itikad baik. Maklum, sebelumnya Sholeh telah mendatangi Dinkes Kota Surabaya untuk meminta penjelasan. Namun dinkes tetap menolak. 

"Masalah ini tentu tidak bisa diselesaikan dengab hanya sekedar musyawarah, kita sudah mendatangi tapi tidak ada itikad baik. Masalahnya sudah jelas, cuma tidak ada kemauan dari pihak dinkes," ungkapnya.

Sholeh bahkan mengaku sudah mendapatkan pengaduan dari tiga orang yang tidak dapat mengajukan bantuan. Tiga orang ini mengalami kasus yang sama, hanya gara-gara tidak dimakamkan di pemakaman khusus pasien yang meninggal karena Covid-19, di pemakaman Babat Jerawat atau Keputih, keluarga pasien tidak mendapat rekomendasi dari Dinkes Surabaya.

"Saat ini sudah ada sekitar 3 orang, cuma informasinya dari pihak dinkesnya itu, sudah ada 10 orang yang ditolak. Kasusnya sama, semua tidak dimakamkan di Babat Jerawat maupun di Keputih," ujarnya.

Dari pandangan hukum, Sholeh menjelaskan, perkara pasien Covid-19 tidak dimakamkan di dua tempat tersebut, sebetulnya tidak menjadi masalah. Sebab, tidak ada dasar hukum yang jelas bagi mereka untuk menghambat proses pencairan bantuan dari pemerintah ini.  Tidak ada kewajiban pasien Covid-19 itu harus dimakamkan di dua tempat tersebut.

"Tapi mereka selalu berpatokan kepada peraturan wali kota (perwali). Berarti kalau dari itu, ada perintah dari wali kota," lanjutnya. 

Sampai berita ini ditulis, terkait penolakan surat rekomendasi ini, masih belun ada konfirmasi resmi dari pihak Dinkes Surabaya.

Diketahui sebelumnya, Sumiati istri almarhum Muhammad Rowi (70), warga Benowo yang meninggal karena Covid-19, tidak mendapat bantuan dari pemkot. Sumiati tidak bisa mengajukan bantuan santunan ke dinsos dikarenakan dinkes tidak dapat memberikan surat rekomendasi sebagai salah satu syarat pencairan.