Tinggal Dua Bulan, KPUD Perlu Gencarkan Sosialisasi Pilkada

Tinggal Dua Bulan, KPUD Perlu Gencarkan Sosialisasi Pilkada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz/ist

Pemungutan suara pada Pilkada Serentak 2020, 9 Desember mendatang kurang 50 hari lagi. Jajaran penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah diimbau lebih maksimal menyosialisasikan pesta demokrasi lima tahunan ini yang waktunya masih berbarengan dengan pandemi Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan jadi penekanan. KPU di daerah harus mendorong setiap tim pemenangan pasangan calon (paslon) agar terus mengedukasi protokol kesehatan di tempat pengutuan suara (TPS). Agar publik memperoleh informasi perihal tata cara pelaksanaan pilkada di tengah ganasnya wabah akibat serangan virus corona ini.

"Jangan sampai terjadi mis-informasi dan kurangnya informasi," kata Komisioner KPU RI, Viryan Aziz , Selasa (20/10/2020).

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sempat waswas dengan gencarnya metode kampanye terbuka atau tatap muka secara terbatas di 270 daerah. Bawaslu mencatat, kegiatan kampanye tatap muka makin meningkat bila dibandingkan dengan periode 10 hari pertama, yakni sebanyak 9.189 menjadi 16.468 kegiatan kampanye.

Akibatnya, Bawaslu menemukan peningkatan kasus positif terinfeksi Covid-19 dari sembilan provinsi yang menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub), Tapi ada pula yang mengalami penurunan jumlah.

Sembilan provinsi yang mengalami peningkatan jumlah kampanye tatap muka terbatas, setidaknya 6 provinsi temuan Bawaslu mengalami peningkatan kasus positif Covid-19. Yakni ,Jambi sebanyak 86 kasus dari 424 kegiatan kampanye tatap muka, Kalimantan Utara sebanyak 12 kasus dari 219 kampanye. Kemudian, Sulawesi Tengah sebanyak 8 kasus dari 733 kampanye, dan Sulawesi Utara 54 dari 199 kampanye, dan Sumatera Barat 163 kasus dari 550 kampanye.

“Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye,” ujar Afif dalam siaran persnya.

Sementara empat provinsi lainnya mengalami penurunan. Itu terjadi di Bengkulu sebanyak 59 kasus dari 343 kegiatan kampanye, Kalimantan Selatan 22 kasus dari 624 kampanye, Kalimantan Tengah 100 kasus dari 97 kampanye, dan Kepulauan Riau 88 kasus dari 416 kegiatan kampanye.