Penertiban APK Calon Walikota Surabaya, Satpol PP Tebang Pilih

Penertiban APK Calon Walikota Surabaya, Satpol PP Tebang Pilih Baliho Pasangan MAJU yang ditertibkan (Foto:Istimewa)

Relawan pedukung Calon Walikota nomor urut 2 geram menyusul baliho gambar pasangan calon mereka ditertibkan Satpol PP Surabaya. Pasalnya, cara mereka menertibkan dirasa tidak adil.

Hal ini membuat Calon Walikota Machfud Arifin (MA) angkat bicara terkait peristiwa tersebut. "Kami tidak terlalu mempermasalahkan. Saya yakin, saya juga tau Panwas itu orang nya baik-baik, Camat itu baik. Namun karena mendapatkan perintah, mungkin dia terpaksa melakukan pembersihan APK nomor urut 2," ujar MA.

Ia meyakini, hal ini tidak berpengaruh kepada warga yang menginginkan perubahan. Sebab, pilihan itu sudah tertanam di dalam hati warga.

Menurut Machfud, penertiban yang dilakukan oleh oknum Satpol PP itu dilakukan secara masif. Masalahnya, yang terjadi di lapangan tidak adil, bahkan terkesan memihak salah satu kubu yang akan bertarung di Pilwali Kota Surabaya 2020 nanti.

"Sudah beredar video dimana mana 02 dihabiskan dari ujung daerah Jambangan, keluar tol sampai ke Pakal dihabiskan semua. Karena ini pasti terstruktur, sistematik, dan masif," ungkap MA.

Munculnya indikasi bahwa penertiban tidak adil tersebut, kata Machfud, dilakukan karena ada order atau atas perintah. Tanpa itu, ia yakin hal itu tidak akan terjadi. 

Menyikapi fenomena tersebut, pria kelahiran Ketintang ini akan menempuh prosedur yang ada. "Pasti saya akan melakukan somasi, akan melakukan gugatan kepada pihak berkompeten dalam hal ini Banwaslu maupun KPU, tegas Machfud".

Sebenarnya, persoalan seperti ini tidak menjadi beban pikiran, sebab justru dengan begitu, warga Surabaya akan semakin mantap memilih dirinya dalam Pilwali Kota Surabaya yang dilaksanakan pada 9 desember 2020 nanti.

"Setidaknya warga Surabaya tahu siapa yang bersaing sehat dan tidak. Sejak awal kami niat dan melakukan hal yang baik, karena ini amanah," kata Machfud.