DPRD Surabaya Desak Hotel Safira Segera Berikan Kompensasi Warga Sekitar

DPRD Surabaya Desak Hotel Safira Segera Berikan Kompensasi Warga Sekitar Aning Rahmawati, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya

Proyek pembangunan hotel Safira di Frontage Road Jalan Ahmad Yani Surabaya tetap berjalan di tengah guyuran protes warga.

Akibat pembangunan hotel ini sejumlah rumah warga sekitar proyek mengalami retak-retak, kondisi ini tentunya mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Sebab itu, Komisi C DPRD Kota Surabaya meminta pihak managemen segera melakukan langkan penyelesain bersama para warga. Salah satunya memberikan kompensasi dan jaringan keamanan terhadap dampak yang ditimbulkan proyek.

Sebelumnya, sudah dilakukan dengar pendapat bersama warga terdampak. Komisi C DPRD Surabaya mendapati laporan adanya kerugian yang diderita warga akibat proyek tersebut.

Peninjauanpun dilakukan kelurahan bersama para RW dan RT, melihat kondisi langsung dampak sesungguhnya rumah warga akibat proyek pembangunan hotel Safira.

“Dari pengecekan di lapangan ini bisa dilihat berapa besar dampak kerusakan, akibat dari proyek hotel Shafira.” kata Aning Rahmawati, Selasa (29/9/2020).

Tak hanya itu, Aning juga meminta pihak proyek juga bersedia mempekerjakan warga sekitar sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Jika masih tidak ada titik temu diantara managemen hotel dan warga terdampak, maka Komisi C menyarankan harus ada tim apraisal yang direkomendasikan dari Cipta Karya Kota Surabaya, dan tenaga ahli untuk mengukur kompensasi kerusakan bangunan rumah warga. Pihak DPRD pun menargetkan, permasalahan kompensasi ini dapat diselesaikan paling lambat tanggal 03 Oktober 2020.

“Dengan hasil kesepakatan diatas tersebut, proyek pembangunan hotel Shafira tetap berjalan normal, namun harus tetap menjalan point-point yang sudah disepakati bersama warga.”ungkapnya.

Selanjutnya, jika pihak hotel masih belum bisa memenuhi kewajibannya, maka Komisi C mendorong Pemkot Surabaya, dalam hal ini Cipta Karya untuk mengevaluasi lagi izin pembangunan hotel Shafira.