Mayoritas Pelanggar Perwali Memilih Sanksi Sosial

Mayoritas Pelanggar Perwali Memilih Sanksi Sosial Foto: Harian Jogja/Desi Suryanto

Ininusantara.com - Penerapan Peraturan Wali (Perwali) Kota Palembang Nomor 27 Tahun 2020, tentang adaptasi kebiasaan menuju masyarakat produktif dan aman pada situasi pandemi Covid-19, sejak Kamis 17 September lalu tercatat ada 222 pelanggar atau warga tak mengenakan masker.

Dari jumlah tersebut, uang yang masuk ke kas daerah dari penerapan sanksi denda hanya Rp 2,5 juta. Denda dikenakan mulai Rp 100 ribu sampai 200 ribu.

"Sampai terkumpul untuk kas daerah sebesar Rp2,5 juta.," ungkap Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Palembang Budi Norma, Selasa (29/9/2020).

Dijelaskan, minimnya pendapatan sanksi lantaran mayoritas pelanggar memilih diberikan sanksi sosial, seperti menyapu jalan, membersihkan trotoar dan taman. Faktor lainnya, pelanggar hanya diberikan sanksi teguran karena mengenakan masker di dagu atau menyimpan di sakunya.

"Pelanggar rata-rata berusia 20 - 35 tahun. Mereka sudah tahu pentingnya menggunakan masker dalam mencegah penularan Covid-19 namun beralasan lupa membawa." ungkapnya.

Kedepan nanti, pihaknya akan melakukan penindakan bagi pelanggar ditiap tiap sudut kota, begitu pula pihaknya juga akan melakukan razia di perkantoran pemerintah dan swasta sebelum ada perintah berhenti dari Wali Kota Palembang.

Dengan demikian pihaknya berharap masyarakat punya kesadaran untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Siapa yang melanggar kami angkut dan sidang tipiring di Monpera," tegasnya. (ram