Din: Itu Silaturahmi KAMI Bukan Deklarasi

Din: Itu Silaturahmi KAMI Bukan Deklarasi Din Syamsudin (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ininusantara.com - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mengklaim bahwa acara di Surabaya yang dibubarkan Polisi bukan deklarasi. Presidium KAMI, Din Syamsuddin menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi akbar KAMI di Jawa Timur, dan sebelumnya juga telah diketahui pihak kepolisian.

Din mengatakan, acara KAMI di Gedung Juang 45 Surabaya dibubarkan karena alasan melanggar protokol kesehatan Covid-19. Tidak ada sangkut pautnya dengan perizinan, dia menguraikan apapun kegiatan cukup memberitahukan ke pihak kepolisian, tanpa ada perizinan.  

"Dibubarkan Polisi karena alasan melanggar protokol, setelah reformasi tidak perlu izin, cukup kirim pemberitahuan," ucap Din dalam keterangannya, Senin (28/9/2020).

Acara KAMI Jawa Timur batal digelar di Gedung Juang 45 Surabaya. Salah satu deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo, kemudian berpidato di Graha Jabal Nur, Jambangan, Surabaya.  Acara mengangkat tema 'Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru'.

"Jadi kita harus ikuti apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Sudah selesai semuanya. Di sini bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat, habis itu pergi ke Gedung Juang jam 10.00 WIB. Di sini dibubarkan. Ya sudah kita ikut kita warga negara kan," kata Gatot kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

Sementara Kapolsek Sawahan AKP Wisnu Setiyawan Kuncoro mengatakan, acara KAMI di Gedung Juang 45 Surabaya batal digelar. Sebab, pihak penyelenggara harus mempertimbangkan kembali kesiapan acara.

"Ini kan kegiatan yang mengumpulkan massa harusnya diperhitungkan bagaimana protokol kesehatannya. Acara ini juga tidak ada izin," tegasnya. (12aM)